Direktur Utama Perum Bulog Sutarto Alimoeso menyatakan Bulog mendapat alokasi impor beras hampir sebesar 2 juta ton.Β Sutarto memperkirakan hingga batas terakhir waktu impor beras yaitu tanggal 31 Maret 2011, pihaknya hanya merealisasikan impor beras kurang dari 2 juta ton.
"Yang masuk tahun lalu (2010) 600 ribu ton. Jadi diperkirakan sekitar 1,3 sampai 1,4 juta ton yang masuk tahun ini. Maksud saya, sekarang ini kan masih ada yang di pelabuhan, bongkar, jadi kira-kira yang masuk itu 1,4 juta ton," kata Sutarto ketika ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (6/4/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya kan tidak persis (2 juta ton) begitu. Kemarin ada badai," ujarnya.
Selain itu, lanjut Sutarto, adanya perbedaan kecepatan bongkar muat di masing-masing pelabuhan yang melayani pemasukan beras impor di dalam negeri.
"Fasilitas bongkar kita kan terbatas, bahkan di beberapa pelabuhan provinsi itu tidak secepat misal di Tanjung Perak, Tanjung Priok, tapi ini kan kita sebar ke daerah yang memerlukan. Misalnya di Malahayati, Ciwandan, NTT, Kupang, jadi nggak sama. Kecepatan bongkar tidak sama," tegasnya.
(nia/hen)











































