Dihadang Badai, Realisasi Impor Beras Bulog Meleset

Dihadang Badai, Realisasi Impor Beras Bulog Meleset

- detikFinance
Rabu, 06 Apr 2011 11:39 WIB
Jakarta - Perum Bulog mengakui tidak bisa mencapai batas kuota impor beras yang ditentukan oleh pemerintah selama 2010-2011. Salah satu yang menjadi penyebabnya adalah masalah gangguan badai dalam proses pengangkutan kapal laut.

Direktur Utama Perum Bulog Sutarto Alimoeso menyatakan Bulog mendapat alokasi impor beras hampir sebesar 2 juta ton.Β  Sutarto memperkirakan hingga batas terakhir waktu impor beras yaitu tanggal 31 Maret 2011, pihaknya hanya merealisasikan impor beras kurang dari 2 juta ton.

"Yang masuk tahun lalu (2010) 600 ribu ton. Jadi diperkirakan sekitar 1,3 sampai 1,4 juta ton yang masuk tahun ini. Maksud saya, sekarang ini kan masih ada yang di pelabuhan, bongkar, jadi kira-kira yang masuk itu 1,4 juta ton," kata Sutarto ketika ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (6/4/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikatakannya rendahnya realisasi impor tersebut disebabkan adanya badai yang menyebabkan proses distribusi beras impor terhambat sampai ke Tanah Air.

"Ya kan tidak persis (2 juta ton) begitu. Kemarin ada badai," ujarnya.

Selain itu, lanjut Sutarto, adanya perbedaan kecepatan bongkar muat di masing-masing pelabuhan yang melayani pemasukan beras impor di dalam negeri.

"Fasilitas bongkar kita kan terbatas, bahkan di beberapa pelabuhan provinsi itu tidak secepat misal di Tanjung Perak, Tanjung Priok, tapi ini kan kita sebar ke daerah yang memerlukan. Misalnya di Malahayati, Ciwandan, NTT, Kupang, jadi nggak sama. Kecepatan bongkar tidak sama," tegasnya.

(nia/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads