Pangeran Andrew Siap Buka Cabang British Standard Institute di RI

Pangeran Andrew Siap Buka Cabang British Standard Institute di RI

- detikFinance
Rabu, 06 Apr 2011 14:03 WIB
Jakarta - Inggris berniat untuk membuka cabang lembaga British Standard Institute di Indonesia yang sudah dirintis pemerintah  sejak 2-3 tahun lalu. Hal ini bagian dari hasil kedatangan Pangeran Andrew Albert Christian Edward ke Indonesia, selaku perwakilan khusus Inggris untuk investasi dan perdagangan internasional.

"Begini loh kalau mau masuk ke Eropa standar penting kita sudah rintis 2-3 tahun lalu dan sekarang mereka akan buka cabang di sini ini," kata Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu saat ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (6/4/2011).

Mari menuturkan Inggris merupakan investor besar bagi Indonesia. Sehingga dengan adanya lembaga tersebut maka dapat memudahkan Indonesia dalam memenuhi standar produk untuk masuk ke pasar Eropa termasuk Inggris.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau bicara perdagangan kita tidak hanya bicara harga murah atau sumber dayanya kita harus sudah berpikir bagaimana memenuhi berbagai macam standar, dan ini harus kita perkuat," tegasnya.

Mari juga mengatakan nilai perdagangan Indonesia dengan Inggris dan negara Eropa lainnya bisa meningkat. Tahun lalau saja nilai perdagangan kedua negara hanya sekitar 10-12%  total nilai perdagangan Indonesia.

"Kita harapkan meningkatan, kalau sekarang 10-12% bisa lebih lagi. Yang penting kita persiapan dulu," ujarnya.

Mari menyebutkan dengan adanya lembaga tersebut terdapat beberapa komoditas yang disesuaikan standarnya, seperti minyak kelapa sawit. Mari berharap agar komoditas tersebut bisa diterima standarnya oleh lembaga ini.

"Palm oil, karena kita punya Konferensi Minyak Sawit Lestari (RSPO), bagaimana RSPO bisa diterima di sana sebagai standar. Standar itu tidak hanya teknis tetapi ada standar kesehatan sustainable yang 5 tahun ke depan harus kita penuhi persyaratan," ujarnya.

Selain melalui British Standard Institute, Mari menyatakan Indonesia akan memperjuangkan standard produk Indonesia di kalangan negara Eropa, dalam Eropa Business Summit yang akan dilaksanakan pada 5 Mei 2011 mendatang.

"Di situ juga isu standar dan juga ada uni Eropa Indonesia Study Group juga ada rekomendasinya bicara market standar itu harus bisa kita atasi dan antisipasi 5 tahun ke depan," tandasnya.

(nia/hen)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads