Besok, DGS BI Terpilih Diajukan ke Presiden

Besok, DGS BI Terpilih Diajukan ke Presiden

- detikFinance
Selasa, 08 Jun 2004 10:38 WIB
Jakarta - Komisi IX DPR memastikan akan menyelesaikan proses uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) calon Deputi Gubernur Senior (DGS) Bank Indonesia (BI) hari ini, Selasa (8/6/2004). Besok, Rabu (9/6/2004), DGS terpilih akan diajukan ke Presiden tanpa melalui persetujuan sidang paripurna DPR."Fit and proper test dimulai hari ini, diselesaikan juga hari ini. Hasilnya diajukan ke presiden besok tanpa melalui paripurna," jelas Ketua Komisi IX DPR, Emir Moeis, sebelum fit and proper test, Selasa (8/6/2004)Sedianya, fit and proper test bagi calon pengganti Anwar Nasution ini dimulai pukul 10.00 WIB. Namun meski ketiga kandidat yakni Miranda S. Goeltom (mantan deputi gubernur BI), Hartadi A. Sarwono (deputi gubernur BI) dan Budi Rochadi (kepala perwakilan BI di Tokyo) telah hadir, hingga pukul 10.30 WIB, fit and proper test belum dimulai.Ditegaskan Emir, Komisi IX harus segera menyelesaikan proses fit and proper test ini karena masa jabatan Anwar Nasution akan segera berakhir pada 27 Juni mendatang. Di samping itu, banyak anggota Komisi IX yang kini sibuk menjadi tim sukses capres-cawapres.Mengenai kriteria calon DGS, dijelaskan anggota Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (F-PDIP) ini, di antaranya, mampu menjaga kestabilan moneter dan inflasi.Menurut Emir, calon DGS juga harus memiliki langkah terobosan agar bisa menekan biaya pengelolaan moneter. Pasalnya, selama ini BI mengalami defisit hingga Rp 14 triliun untuk melakukan lelang Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dan intervensi ke pasar uang.Kedua, calon DGS harus mampu menjaga nilai tukar rupiah. "Jadi sebenarnya tidak hanya menguasai sektor moneter saja, tapi juga harus menguasai aspek pengawasan perbankan," tegas alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) ini.Emir juga membenarkan, mekanisme pengambilan keputusan dalam penentuan calon DGS hari ini bisa saja melalui voting. Masing-masing calon akan diberikan waktu 1,5 jam untuk menyampaikan visi misinya. Kesempatan pertama diberikan kepada Budi Rochadi, disusul Hartadi A. Sarwono dan terakhir Miranda S. Goeltom. (ani/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads