Pada perdagangan Rabu (6/4/2011), harga emas di pasar spot sempat melonjak ke US$ 1.461,91 per ounce sebelum akhirnya surut ke US$ 1.458,90 per ounce, atau berarti naik 0,6%. Harga emas berjangka pengiriman Juni juga naik 0,4% ke level US$ 1.458,50.
Kemarin harga emas sudah menembus titik tertingginya di US$ 1.455,06 per ounce. Rekor tertinggi harga emas sebelumnya adalah di US$ 1.447,40 per ounce pada 24 Maret lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak perlu dipertanyakan lagi bahwa permintaan logam berharga timbul dari devaluasi mata uang utama yakni dolar AS, poundsterling dan euro," ujar Angela Damaskos, fund manager dari Sector Investment Managers seperti dikutip dari Reuters, Kamis (7/4/2011).
Korelasi berkebalikan antara emas dan dolar AS sepertinya terus menguat sepanjang pekan ini. Dan melemahnya dolar AS terhadap euro hingga ke titik terendahnya dalam setahun terakhir semakin memicu kenaikan harga emas.
Seperti diketahui, harga emas terus melonjak sejak awal tahun ini menyusul ancaman inflasi yang mendorong investor berbondong-bondong memburu logam berharga tersebut karena dinilai tempat investasi paling aman dari inflasi.
Tak heran harga emas terus mengukir rekor tertingginya. Namun jika dilakukan penyesuaian terhadap inflasi, harga emas tertinggi masih dicapai pada tahun 1980 yang jika dilakukan perhitungan inflasi maka harganya bisa setara dengan US$ 2.500 per ounce.
(qom/qom)










































