"Cikampek-Palimanan, petunjuk Pak Wapres, PPJT jangan ditandatangani dulu, sampai ada arahan dari beliau. Padahal tanahnya sudah 90% (dibebaskan), sudah gampang kasih jadwal penyelesaiaan tapi draft amandeman masih di pak wapres, belum ada arahan. Pak menteri berkeinginan kalau nggak hari ini, besok sudah ada kabar," kata Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Achmad Gani Gazaly di kantornya, Jakarta, Kamis (7/4/2011)
Seperti diketahui investor proyek tol Cikampek-Palimanan adalah PT Lintas Marga Sedaya. Ruas tol sepanjang 116 km ini mengalami pembengkakan biaya, sehingga total investasi yang dibutuhkan menjadi Rp 11 triliun. Pemerintah meminta agar pihak investor menambah alokasi investasinya diproyek ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tiga itu yang sudah didekati, kita berani PPJT 6 bulan setelah tandatangani amandeman sudah dapat perjanjan kredit untuk seluruh nilai loan untuk investasi," katanya
Ia menegaskan agar investor tol Cikampek-Palimanan, setelah satu bulan setelah tanda tangan harus menyerahkan jaminan pelaksanaan proyek sebesar 1% dari total investasi ke pemerintah.
"1% mahal loh harganya itu. Kalau misalnya investasi Rp 1 triliun. Kalau nggak ngasih kita putus, opsi lain kita lelang lagi. Kedua, pemerintah tunjuk kontraktor, ketiga diserahkan ke BUMN, di UU BUMN pihak BUMN boleh mendapat penugasan oleh pemerintah," tegasnya.
Ruas tol Cikampek-Palimanan ini memang dibutuhkan untuk segera selesai karena menjadi penyambung ruas tol Trans Jawa dari Jakarta, Cikampek, sampai ke Brebes.
Proyek ini adalah salah satu dari 24 proyek jalan tol yang diprioritaskan untuk diselesaikan. Sebelum konstruksi berjalan, pemerintah dan investor akan melakukan amandemen PPJT.
(hen/dnl)










































