Sulawesi Utara Incar Investor Jerman

Laporan dari Berlin

Sulawesi Utara Incar Investor Jerman

- detikFinance
Kamis, 07 Apr 2011 20:55 WIB
Sulawesi Utara Incar Investor Jerman
Berlin - Sulawesi Utara (Sulut) mengincar lebih banyak investor Jerman. Propinsi ini menawarkan potensi alam dan kedekatan dengan pusat pertumbuhan ekonomi dunia, seperti Jepang, Korsel, Taiwan, Malaysia Timur dan AS.Β Β 

Promosi Sulut itu dilakukan dalam forum bisnis Update from the Region: Potentials of the Province of North Sulawesi, yang diprakarsai dan diselenggarakan oleh KBRI Berlin di gedung PriceWaterhouseCoopers, Berlin, Rabu (6/4/2011).

"Potensi alam, bisnis, pariwisata, dan letak strategisΒ  menjadikan propinsi ini sangat prospektif untuk perdagangan regional maupun internasional," ujar Gubernur Sulut Sinyo Sarundajang dalam sambutan tertulis yang dibacakan Dubes RI untuk Republik Federal Jerman Eddy Pratomo.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berbagai potensi tersebut ditunjang oleh otonomi daerah, sehingga Sulut dapat lebih leluasa mengembangkan kebijakan lokal dalam mengoptimalkan pendayagunaan ekonomi, terutama menawarkan fasilitas investasi kepada masyarakat internasional.

"Kami akan membantu realisasi hubungan ekonomi saling menguntungkan dan memberikan jaminan iklim usaha yang aman dan kondusif," janji Gubernur Sulut.

Sebagaimana disampaikan Fungsi Pensosbud Ayodhia Kalake kepada detikfinance, Dubes juga secara khusus menyampaikan hasil kunjungannya ke Sulut bersama sejumlah pengusaha Jerman, Maret 2011 lalu.

Kunjungan dimaksudkan untuk melihat dan membicarakan dengan gubernur dan jajarannya mengenai potensi di Sulut, yang dapat dikembangkan bersama Jerman, khususnya bidang-bidang andalan setempat yaitu perikanan, energi terbarukan, dan agroindustri.

Sebelumnya Sulut telah dinobatkan oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sebagai Regional Champion 2009, karena berbagai potensi besarnya untuk bisnis dan investasi yang sangat menggiurkan bagi investor dalam dan luar negeri.
Propinsi ini termasuk salah satu dari daerah di Indonesia yang menunjukkan penampilan pertumbuhan ekonomi signifikan.

Pada kesempatan itu Dubes RI Eddy Pratomo melakukan peluncuran secara resmi CD daftar 5000 eksportir Indonesia yang disusun oleh KBRI Berlin.

CD ini memperoleh respon positif dari para pebisnis Jerman, karena dinilai dapat melancarkan komunikasi dan mempermudah mereka menemukan mitra tepat untuk kebutuhan dagang mereka dari Indonesia.

Reguler

Forum berbasis trade, tourism, and investment (TTI) di Berlin ini dipandang penting untuk peningkatan hubungan investasi dan perdagangan saling menguntungkan antara Sulut dan Jerman melalui pelaku usaha kedua pihak.

"Memperhatikan minat pengusaha Jerman dan manfaatnya, KBRI Berlin akan menyelenggarakan forum ini setiap tahunnya secara reguler," cetus Ayodhia.

Forum dihadiri 90 pengusaha Jerman dan pejabat pemerintah setempat, antara lain W. Wagner (PricewaterhouseCoopers), N. Bernatzky (Ribegla SA), Hans-Wolfgang Busch (Kementerian Ekonomi dan Teknologi Jerman), dan G. Wolf (Federation of German Wholesale).

Dari pihak Indonesia hadir Moga Simatupang (Indonesian Trade Promotion Center/ITPC, Hamburg), Claudia Lang (Visit Indonesia Tourism Office, Munchen), Dian Ediana Rae (Chief Representative Bank Indonesia di London), Marina Estella Anwar Bey (Konjen RI, Hamburg) dan Damos D. Agusman (Konjen RI, Frankfurt).

(es/es)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads