SBY: Sejak Krisis 1998, Asia Lebih Tahan Guncangan

SBY: Sejak Krisis 1998, Asia Lebih Tahan Guncangan

- detikFinance
Jumat, 08 Apr 2011 09:28 WIB
SBY: Sejak Krisis 1998, Asia Lebih Tahan Guncangan
Nusa Dua - Belajar dari pengalaman krisis keuangan di 1998, ekonomi negara-negara Asia saat ini lebih tahan guncangan dibandingkan negara maju di Eropa dan AS. Karena itu ekonomi Asia tetap tumbuh pasca krisis global 2008.

Hal ini disampaikan oleh Presiden SBY saat membuka Forum ASEAN Financial Minister Meeting di Nusa Dua, Bali, Jumat (8/4/2011).

"Di Asia, setelah restrukturisasi arsitektur sistem keuangan yang sangat teliti di 1998, ekonomi di kawasan ini menjadi lebih tahan terhadap guncangan global," ujar SBY.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

SBY mengatakan, pasca krisis global 2008 lalu, perekonomian dunia tengah menjalani proses pemulihan. Namun sayangnya, saat ini proses tersebut belum bisa sepenuhnya terjadi karena risiko yang masih ada.

"Satu pelajaran penting dari krisis keuangan global saat itu adalah negara-negara harus melakukan tindakan cepat dan bersama. Ini persis seperti yang dilakukan oleh G20 yang secara bersama mereformasi arsitektur keuangan, memperkuat ketahanan ekonomi," papar SBY.

Tapi, saat ini, negara-negara maju masih harus berjuang keras memulihkan perekonomiannya. Kontras dengan negara-negara berkembang yang justru saat ini memimpin pertumbuhan ekonomi di dunia.

"Faktanya, saat ini, negara berkembang di Asia menjadi mesin penting pertumbuhan ekonomi dunia. Perekonomian ASEAN dan Asia Timur bergerak tumbuh dan membantu ekonomi dunia tumbuh," jelas SBY.

(dnl/dnl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads