Hal ini disampaikan oleh Presiden SBY saat membuka Forum ASEAN Financial Minister Meeting di Nusa Dua, Bali, Jumat (8/4/2011).
"Di Asia, setelah restrukturisasi arsitektur sistem keuangan yang sangat teliti di 1998, ekonomi di kawasan ini menjadi lebih tahan terhadap guncangan global," ujar SBY.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Satu pelajaran penting dari krisis keuangan global saat itu adalah negara-negara harus melakukan tindakan cepat dan bersama. Ini persis seperti yang dilakukan oleh G20 yang secara bersama mereformasi arsitektur keuangan, memperkuat ketahanan ekonomi," papar SBY.
Tapi, saat ini, negara-negara maju masih harus berjuang keras memulihkan perekonomiannya. Kontras dengan negara-negara berkembang yang justru saat ini memimpin pertumbuhan ekonomi di dunia.
"Faktanya, saat ini, negara berkembang di Asia menjadi mesin penting pertumbuhan ekonomi dunia. Perekonomian ASEAN dan Asia Timur bergerak tumbuh dan membantu ekonomi dunia tumbuh," jelas SBY.
(dnl/dnl)










































