Lagi, Satu Calon DGS BI Usung Soal Intermediasi Bank
Selasa, 08 Jun 2004 15:25 WIB
Jakarta -
Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Hartadi Sarwono menilai perbankan adalah pilar pemulihan ekonomi mengingat lebih dari 70 persen pembiayaan ekonomi berasal dari perbankan. Karenanya, BI terus berupaya meningkatkan intermediasi bank meski perbankan nasional tetap mempertahankan prinsip kehati-hatian.Hartadi mengungkapkan hal itu sebelum mengikuti fit and proper test calon Deputi Gubernur Senior (DGS) dengan Komisi IX DPR RI, di Gedung MPR/DPR, Jl. Gatot Soebroto, Jakarta, Selasa, (8/6/2004).Hartadi lalu menjelaskan, inti kebijakan BI adalah pengendalian moneter, yakni bagaimana inflasi lebih rendah dan secara bertahap bisa mendekati tingkat inflasi di negara-negara lain yang kurang dari lima persen."Namun kita akan membawanya secara perlahan, jangan sampai ini mengurangi niat kita melakukan pemulihan ekonomi," tegasnya.Terkait dengan fluktuasi nilai tukar rupiah, Hartadi menilai, salah satu pemicunya adalah adanya kelebihan likuiditas di perbankan nasional yang belum bisa disalurkan ke sektor riil."Karena itu, agar tidak jadi hot money yang nabrak sana nabrak sini termasuk dolar AS, maka perlu diserap ke BI dengan berbagai cara seperti mengoptimalkan Operasi Pasar Terbuka (OPT) dan menaikkan Giro Wajib Minimum (GWM)," katanya.
(mi/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































