S&P menaikkan peringkat utang dan sovereign credit dalam mata uang asing jangka panjang Indonesia dari 'BB' menjadi 'BB+', dengan outlook positif. S&P juga mempertahankan peringkat utang jangka pendek Indonesia pada 'B'.
S&P mengganjar Indonesia dengan kenaikan peringkat karena membaiknya neraca keuangan pemerintah dan juga likuiditas eksternal dan juga performa ekonomi yang tangguh serta manajemen fiskal yang penuh kehati-hatian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Outlook positif Indonesia merefleksikan semacam upgrade jika inflasi bisa dijinakkan sementara membaiknya neraca keuangan terus berlanjut, dan sepertinya dikombinasikan dengan kesuksesan implementasi kebijakan fiskal pemerintah, administrasi dan agenda reformasi struktural," ujar analis kredit S&P, Agost Bernard dalam siaran persnya, Jumat (8/4/2011).
Keputusan S&P menaikkan peringkat ini mengikuti Fitch Ratings yang pada Februari lalu menaikkan peringkat Indonesia yang di BB+ dari stabil ke positif. Sementara Moody's ada Janmuari telah menaikkan peringkat Indonesia menjadi Ba1 dengan outlook stabil.
(qom/dnl)











































