Pemerintah 'Lemah', Harga Daging di Pasar Dikendalikan Mafia

Pemerintah 'Lemah', Harga Daging di Pasar Dikendalikan Mafia

- detikFinance
Sabtu, 09 Apr 2011 15:29 WIB
Pemerintah Lemah, Harga Daging di Pasar Dikendalikan Mafia
Jakarta - Kewenangan impor daging dipindahkan dari Kementerian Pertanian kepada Kementerian Perdagangan. Jangan sampai hal ini membuat mafia daging cuma pindah rumah saja. Pemerintah harus tegas.

Anggota Komisi IV DPR Viva Yoga Mauladi mengatakan, Kemendag tak boleh melakukan impor daging bila tidak ada rekomendasi volume impor dari Kementan.

"Tugas Kementan adalah regulator, sedang Kemendag adalah operator. Bila tidak diatur tegas dan jelas, hal ini akan memicu penyimpangan kebijakan karena data yang dimiliki kedua kementerian biasanya berbeda," tegas Yoga kepada detikFinance, Sabtu (9/4/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Yoga mengatakan, perusahaan importir hitam tidak boleh sebagai pelaku karena terbukti menjadi penyebab rusaknya tata niaga daging. Mafia daging yang mengendalikan harga daging di pasar mendapatkan keuntungan selisih harga yang besar.

"Harga daging sapi hidup sekitar Rp 18 ribu/kg. Namun sampai di pasar menjadi Rp 60 ribu/kg. Pedagang pasar hanya mendapat untung Rp 3 ribu/kg saja. Sisanya dikendalikan oleh mafia daging," tegas Yoga.

Pemerintah diminta bersungguh-sungguh menjalankan komitmen untuk mengurangii importasi daging secara bertahap sehingga akan terapai target swasembada daging 2014 harus dilaksanakan serius dan sungguh-sungguh.

"Impor daging itu jangan mematikan peternak lokal karena mereka menanggung dampak dari tingginya harga daging lokal akibat membanjirnya daging impor," jelas Yoga.

Dikatakan Yoga, Dirjen Peternakan Kementan harus melakukan reformasi kebijakan untuk merealisaskan target swasembada daging 2014.

Mulai dari strategi pembibitan, budidaya melalui inseminasi buatan, pemberantasan penyakit, sampai upaya meningkatkan partisipasi peternak lokal dalam membantu program.

(dnl/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads