Perwakilan GS Group Construction melalui CEO-nya, Woo Sang Ryong telah bertemu dengan Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto akhir pekan lalu.
“Anggaran yang diperkirakan untuk Jembatan Selat Sunda (JSS) terbilang sangat besar. Oleh karena itu, saya yakin siapapun yang akan melakukan pengerjaan JSS ini membutuhkan kerja sama dengan investor maupun kontraktor lainnya,” kata Djoko yang dikutip dari situs Kementerian Pekerjaan Umum, Minggu (10/4/2011)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Apabila ingin terlibat dalam pembangunan infrastruktur pekerjaan umum, investor maupun kontraktor asing tersebut diharuskan untuk bekerja sama dengan perusahaan lokal,” katanya.
Menurut Djoko, GS Group Construction dapat pula berinvestasi dalam bidang penyelenggaraan air bersih dan jalan tol, diluar dari proyek JSS. Djoko mengundang perusahaan Korsel ini berpartisipasi dalam berbagai bidang infrastruktur misalnya dibidang air bersih karena ketersediaan air bersih dan aman sekarang ini baru mencakup 50% dari kebutuhan masyarakat.
CEO GS Group Construction Woo Sang Ryong juga menyatakan ketertarikannya untuk mendukung visi Indonesia 2025. Menurutnya, dalam rangka mencapai visi tersebut, tidak bisa hanya mengandalkan anggaran pemerintah, tetapi juga mesti melibatkan pihak swasta (lokal dan asing).
(hen/wep)











































