Mandala PHK Karyawan Bagian Administrasi

Mandala PHK Karyawan Bagian Administrasi

- detikFinance
Minggu, 10 Apr 2011 15:03 WIB
Mandala PHK Karyawan Bagian Administrasi
Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengakui PT Mandala Airlines (Mandala) telah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) bagi karyawannya. Karyawan yang di-PHK ini umumnya berasal dari bagian administrasi, yang tak mengganggu rencana beroperasinya kembali Mandala.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Herry Bakti kepada detikFinance, Minggu (10/4/2011)

"Karyawan administrasinya, sejak minggu lalu. Intinya lebih banyak administrasi, yang di PHK," tegas Herry

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Herry mengaku sudah mendapat laporan dari pihak manajemen Mandala. Namun pihak Mandala tak menyebutkan berapa total karyawan yang telah di-PHK

"Dia (manajemen Mandala) tak menyampaikan jumlahnya," katanya.

Herry juga mengatakan, untuk karyawan awak kabin (pilot dan pramugari) lebih banyak dirumahkan. Beberapa pilot lainnya justru sudah direkrut oleh maskapai penerbangan lain.

Ia menambahkan, tindakan PHK tersebut tidak akan mengganggu rencana pengoperasian kembali Mandala. Sesuai dengan target sebelumnya, maskapai ini jika memungkinkan, dapat 'terbang' kembali dalam rentang waktu paling lambat hingga Mei 2011.

"Nggak juga (menghambat rencana operasi kembali). Mereka masih menargetkan Maret-Mei terbang," jelasnya.

Jauh sebelumnya pihak MandalaΒ  menyatakan, tidak akan melakukan pemecatan atau PHK terhadap karyawannya, termasuk pilot meski operasi terhenti. Operasional perusahaan hanya akan dihentikan sementara sampai kondisi perusahaan membaik.

"Tidak ada rencana untuk PHK karyawan. Karena kami anggap perusahaan ini hanya stop sementara, ke depan masih ada prospek," kata Presiden Direktur Mandala Airlines Diono Nurjadin, Rabu (12/1/2011).

Seperti diketahui, Mandala menghentikan sementaraΒ  penerbangannya mulai Kamis, 13 Januari 2011. Maskapai ini terlilit utang mencapai Rp 2,45 triliun kepada kreditur konkuren yang jumlahnya ratusan, dan utang ke kreditur separatis yaitu Bank Victoria Rp 54,14 miliar.

Pada 24 Februari 2011 mayoritas kreditur PT Mandala Airlines akhirnya menyetujuiΒ  skema restrukturisasi utang yang diajukan manajemen. Setelah itu Mandala, dikabarkan masih fokus mencari investor baru untuk mendapatkan suntikan dana segar.

(hen/wep)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads