Hal ini disampaikan oleh Koordinator Pusat Aliansi Konsumen Korban Mandala Arif Sugiono kepada detikFinance, Minggu (10/4/2011)
"Ini semakin memastikan secara finansial Mandala tak sehat, ini juga menunjukan mungkin tak ada investor yang berminat membeli Mandala," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau ada PHK menambah masalah baru bagi Mandala, pastinya ada pesangon, maka kewajiban kepada konsumenn akan menjadi terabaikan," tegasnya.
Dikatakannya melalui Pusat Aliansi Konsumen Korban Mandala terungkap data bahwa diperkirakan hampir 100% uang konsumen belum dikembalikan oleh Mandala. Sehingga tak mengherankan, lanjut Arif, banyak konsumen korban Mandala yang sudah apatis alias mengikhlaskan uangnya raib.
"Kami sadar akan semakin sulit perjuangan kami, secara pribadi kecil sekali uang kami kembali," katanya.
Dari data Pusat Aliansi Konsumen Korban Mandala juga tercatat para konsumen yang uangnya menggantung di Mandala sangat beragam dari mulai ratusan ribu rupiah, belasan, puluhan hingga ratusan juta rupiah. Padahal saat registrasi refund, pihak manajemen menjanjikan waktu 45 hari pasca penghentian operasi Mandala.
Seperti diketahui, Mandala menghentikan sementara penerbangannya mulai Kamis, 13 Januari 2011. Maskapai ini terlilit utang mencapai Rp 2,45 triliun kepada kreditur konkuren yang jumlahnya ratusan, dan utang ke kreditur separatis yaitu Bank Victoria Rp 54,14 miliar.
Pada 24 Februari 2011 mayoritas kreditur PT Mandala Airlines akhirnya setuju terhadap skema restrukturisasi utang yang diajukan manajemen. Setelah itu Mandala dikabarkan masih fokus mencari investor baru untuk mendapatkan suntikan dana segar.
(hen/wep)











































