Miranda Diminta Perbaiki Hubungannya dengan Gubernur BI
Rabu, 09 Jun 2004 11:22 WIB
Jakarta - Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) yang baru, Miranda S. Goeltom, diharapkan bisa menjalin kerjasama dengan dewan gubernur BI lainnya. Selain itu, Miranda juga diminta memperbaiki hubungannya dengan Gubernur BI Burhanuddin Abdullah.Hal ini disampaikan ekonom INDEF Dradjat H. Wibowo disela seminar Arsitektur Perbankan Indonesia (API) di Marios Place, Menteng, Jakarta, Rabu, (9/6/2004)."Miranda harus menyadari bahwa dia dipilih sebagai orang nomor dua bukan nomor satu di BI, dan biasanya itu lebih sulit. Karena itu dia harus mampu memperbaiki chemistry dengan Gubernur BI, sebab kalau tidak akan terjadi dualisme kepemimpinan di BI dan itu destruktif bagi BI," ungkap Dradjat.Dradjat berharap Miranda dan Burhanuddin Abdullah bisa memperbaiki hubungannya yang agak terganggu dan menjalin kerjasama yang baik. "Ini bisa terjadi dengan adanya kesadaran Miranda tentang posisinya di nomor dua," kata dia.Di tempat yang sama, Dirut BRI Rudjito menyambut baik terpilihnya Miranda sebagai DGS BI. Karena selain berpengalaman sebagai Deputi Gubernur BI, Miranda dinilai juga memiliki kompetensi di bidang makro ekonomi."Tapi yang penting bisa bekerjasama dengan dewan gubernur lainnya dan juga harus bisa menjaga stabilitas moneter, apalagi saat diterpa gonjang-ganjing kurs," katanya.Rudjito juga menyarankan jika ada kesempatan, DGS BI sebaiknya berasal dari kalangan bankir komersial. "Tapi karena ini sudah keputusan DPR ya harus kita jalankan," ujarnya.
(mi/)











































