Hatta Yakin Ekonomi RI Tidak akan 'Kepanasan'

Hatta Yakin Ekonomi RI Tidak akan 'Kepanasan'

- detikFinance
Selasa, 12 Apr 2011 13:55 WIB
Hatta Yakin Ekonomi RI Tidak akan Kepanasan
Jakarta - IMF mengingatkan risiko 'overheating' atau kepanasan dari negara-negara G20. Namun Menko Perekonomian Hatta Rajasa menegaskan Indonesia tidak dalam kondisi overheating mengingat kebijakan fiskal ekonomi yang baik.

"Kita kan tidak overheat, kita tetap maintain dengan baik," ujarnya saat ditemui di sela acara Indonesia International Infrastructure Conference and Exhibition (IIICE) 2011 di Jakarta Convention Center, Senayan, Selasa (12/4/2011).

Seperti diketahui, IMF dalam World Economic Outlook yang baru saja dirilisnya mengingatkan agar perkembangan negara-negara G20 yang kini sedang booming tidak berubah menjadi overheating dalam beberapa tahun ke depan. IMF juga merilis sejumlah indikator overheating di negara-negara G20 termasuk Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tekanan inflasi diprediksi akan meningkat seiring pertumbuha produksi yang meningkat terhambat oleh kapasitas, sementara harga pangan dan energi meningkat sehingga menumbuhkan tekanan pada upah tenaga kerja. IMF pun melihat adanya tanda-tanda overheating dari sejumlah indikator itu.

Hatta menyatakan wajar jika International Monetary Fund (IMF) untuk mengingatkan negara-negara terkait overheating seiring dengan tren kenaikan harga minyak dan pangan dunia, serta inflasi. Namun, hal tersebut tidak perlu dikhawatirkan karena pemerintah dipastikan akan mengatur perekonomian dengan sebaik-baiknya.

"Saya kira IMF itu kepada semuanya sebagai mana ADB (Asian Development Bank) juga mengatakan kita harus mewaspadai harga minyak dunia, pangan dan tekanan inflasi semua itu adalah sesuatu yang buat kita yang harus di-manage, jadi tidak usah terlalu membuat kita seperti apa ya kita punya instrumen-instrumen kok untuk memanage perekonomian kita pada kondisi yang baik," tegasnya.

Caranya, lanjut Hatta, dengan meningkatkan koordinasi antara pemerintah dan Bank Indonesia dan menggunakan semua instrumen untuk menyerap capital inflow dan menyalurkannya pada proyek pembangunan infrastruktur.

"Jadi koordinasi BI dengan pemerintah sangat baik kita memiliki komunikasi yang rutin kita juga mengamati bagaimana capital inflow dan kita punya instrumen dorong capital inflow masuk ke investasi kita dorong kita juga terus membuka proyek pembangunan kita infrastuktur dan sebagainya. Jadi itu semua ibarat membuat aliran itu mengalir dan tidak membanjiri persawahan ibaratnya seperti itu," pungkasnya.

(nia/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads