Demikian disampaikan Menko Perekonomian Hatta Rajasa dalam sambutannya di acara International Infrastructure Conference and Exhibition (IIICE) 2011 di Jakarta Convention Centre Jakarta, Selasa (12/4).
Hatta menambahkan, pada tahun tersebut Pendapatan Domestik Bruto (PDB) Indonesia diproyeksikan mencapai US$ 16,6 triliun. Namun untuk masuk 8 besar, Indonesia harus terlebih dahulu masuk 12 besar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Hatta, sasaran pemerintah dalam jangka pendek adalah pada 2014 dimana pertumbuhan ekonomi ditargetkan 7%, inflasi 4-6%, tingkat pengangguran 5%, tingkat kemiskinan 8-10%, dan pendapatan per kapita mendekati US$ 5.000.
Untuk itu, pemerintah perlu mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan daya saing Indonesia sebagai negara tujuan investasi, proyek pembangunan infrastuktur akan menjadi prioritas.
"Ke depan, kami harus mengangkat Indonesia menjadi negara maju dan tentu pilar yang penting adalah infrastruktur," ujarnya.
Dalam penyusunan Masterplan Percepatan Pertumbuhan Pembangunan Ekonomi Indonesia 2011-2025, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas), kementerian terkait, pihak swasta, dan pemerintah daerah, siap mendukung Indonesia sebagai kekuatan 10 besar ekonomi dunia pada 2025.
Dukungan pemerintah terhadap proyek infrastruktur dengan skema kerja sama pemerintah dan swasta atau public private partnership (PPP) antara lain melalui infrastructure fund, guarantee fund, project development facilities, dan dukungan lain dengan harmonisasi pemerintah pusat dan daerah untuk mempercepat implementasi proyek infrastruktur.
(nia/hen)










































