Menko Perekonomian Hatta Rajasa meminta PLN untuk melakukan tender ulang atau negosiasi kembali terkait penyelesaian proyek listrik yang mangkrak sejak 7-8 tahun lalu.
"Pokoknya yang mangkrak-mangkrak itu kita tutup, termasuk beberapa orang yang di jalan tol sudah kita ancam. Yang bisa direnegosiasi, kewenangannya ada di PLN, kalau PLN semangatnya ditender ulang saja. Sudah diingatkan, tidak jalan juga, bahasanya bukan diancam," ujar Hatta ketika ditemui di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (13/4/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kebanyakan itu yang mangkrak adalah tol dan listrik swasta," ujar Deddy.
Menurut Deddy, proyek listrik swasta yang mangkrak tersebut dimulai sekitar 7-8 tahun lalu, tetapi sampai sekarang tidak jelas penyelesaiannya. "Itu dari 7-8 tahun lalu," ujarnya.
Jumlah proyek yang mangkrak tersebut, lanjut Deddy, sekitar 15 proyek. "Ada 15-an itu untuk listrik saja, ada proyek PLTU Poso, PLTU Celukan Bawang di Bali," ungkapnya.
Hal tersebut terbengkalai, jelas Deddy, karena adanya kenaikan harga bahan baku dan transportasi. "Alasannya batubara, harga ekspor naik, besi naik, harga transportasi naik, mereka minta eskalasi," pungkasnya
(nia/dnl)










































