Warga bertolak dari Labuhan Lalar, Kecamatan Taliwang, 20 menit perjalanan dengan perahu tempel dari Pelabuhan Benete. Sebagian dari massa adalah warga lingkar tambang.
Satu mil menjelang pelabuhan, Satuan Polisi Perairan Polda NTB sudah menghadang perahu yang mengangkut warga, persis di alur pelayaran kapal pengangkut konsentrat. Polisi menggunakan dua unit tug boat penarik tongkang milik Newmont, dan tiga unit boat, untuk menghadang warga. Penghadangan dipimpin langsung Wakapolres Sumbawa Barat, Komisaris Polisi Achmadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berulang kali polisi melalui pengeras suara mengancam menindak tegas para pemprotes, jika tetap memaksa merapat ke pelabuhan. Disebutkan, salah satu dari boat polisi bersenjatakan water canon.
Protes warga berlanjut, bahkan sebagian dari mereka mulai terjun ke laut. Mereka berupaya berenang dengan mengarak bendera lambang daerah Sumbawa Barat, berupaya merapat ke pelabuhan Newmont. Namun aksi nekad warga ini juga tetap dihadang polisi.
Seperti layaknya demo di daratan, di tengah laut, warga juga berorasi dengan semangat. Satu perahu dengan ukuran terbatas mereka lengkapi sound system. Sementara di perahu lainnya, warga membentangkan spanduk, berisi tuntutan aksi. Diantara spanduk itu bertuliskan, 'Saham Tujuh Persen Harga Mati untuk Sumbawa Barat'.
Selain menuntut jatah saham, warga juga menolak pembuangan taliling Newmont di Laut, yang mencapai 120 ribu ton sehari. Izin pembuangan tailing yang dikantongi Newmont saat ini, akan habis Mei mendatang.
Sekretaris Komisi II DPRD Sumbawa Barat, Fud Syaifuddin, di lokasi aksi mengatakan, laporan yang diterima DPRD, nelayan di Labuhan Lalar, Kertasari dan beberapa daerah pesisir Sumbawa Barat, kini mulai mengeluhkan jumlah tangkapan yang terus menyusut.
"Nelayan menduga akibat pembuangan tailing di laut. Sebelum ada pembuangan tailing, hasil tangkapan mereka tak pernah susut seperti ini," kata Fud.Β
Ia mengatakan, protes warga terhadap Newmont karena mereka menuntut haknya. Menurut Fud, warga sadar, apa yang mereka tuntut saat ini, bukan kepentingan sesaat, melainkan kepentingan jangka panjang.
"Mau bagaimana. Alat tangkap saja, mereka tak pernah dibantu Newmont," katanya.
Koordinator aksi, Dedi Damhudi dalam orasinya mengancam, warga Sumbawa akan tetap memaksa menduduki pelabuhan Newmont, jika pemerintah pusat terus bergeming, tak memenuhi tuntutan penyerahan hak pembelian 7% saham Newmont ke daerah.
Belum diketahui efek aksi nekad warga ini. Pantauan detikFinance, aktivitas pelabuhan khusus Newmont terlihat sepi. Biasanya tiap hari Rabu, pengapalan konsentrat berlangsung, namun hari ini, aktivitas itu tak terlihat.
Menurut rencana, Menteri Keuangan Agus Martowardojo akan menetapkan siapa pembeli 7% saham Newmont 18 April mendatang. Secara lisan, Menkeu telah memastikan, pemerintah pusat yang akan membeli saham divestasi itu. Jika tak mendapatkan saham, Pemkab Sumbawa Barat telah memberitahu pemerintah dan manajemen Newmont, operasonal tambang akan ditutup mulai 19 April.
(qom/qom)










































