Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Achmad Gani Gazali mengatakan, jika ada jalan berlubang di tol, maka pihaknya akan menegur langsung operator untuk memperbaiki luba paling lama 2x24 jam.
"Per 6 bulan kita evaluasi terus. Setiap ada lubang di lapangan itu kita tegur. Jadi syarat SPM (Standar Pelayanan Minimum) harus dipenuhi sepanjang waktu. Jadi dalam 2x24 jam dia harus tutup lubang itu," jelas Gazali di acara Indonesia International Infrastructure, JCC, Senayan, Jakarta, Rabu (13/4/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bahkan kalau ada pagar yang terbuka dan bisa dilalui orang, itu harus ditutup hingga selesai. Kalau belum ditutup maka akan kita hold," jelas Gazali.
Dia mengatakan, setiap 2 tahun sekali berdasarkan kontrak pemerintah dengan investor jalan tol, harus ada kenaikan tarif. "Kenaikan tarif sesuai inflasi Itu udah mereka perhitungkan ke dalam investasi jalan tol," jelas Gazali.
Sebelumnya, Direktur Keuangan PT Jasa Marga Tbk Reynaldi mengatakan, tahun ini ada 11 ruas tol Jasa Marga yang dinaikkan tarifnya. Sebanyak 11 ruas tol tersebut adalah di luar ruas tol Jakarta-Cikampek dan tol Sedyatmo (akses menuju Bandara).
"(Kenaikan) ini memang sesuatu yang berkala. Jika tahun genap kita ada dua ruas yang meningkat, maka di tahun ganjil ada 11 ruas, kecuali Jakarta-Cikampek dan tol Sedyatmo. Kenaikannya mengikuti kenaikan inflasi tahun depan, kita masih tunggu," ucap Direktur Keuangan JSMR Reynaldi, kala itu.
(dnl/hen)










































