Demikian disampaikan oleh Humas Newmont Kasan Mulyono kepada detikFinance, Rabu (13/4/2011).
"Demo sudah selesai sekitar pukul 10.00. Pemegang saham asing Newmont telah memenuhi semua kewajiban terkait divestasi," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sistem penempatan tailing Newmont sudah beroperasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku," jelas Kasan.
Jadi menurut Kasan, demo yang terjadi tidak mengganggu produksi Newmont. "Produksi berjalan seperti biasa," imbuh Kasan.
Seperti diketahui, ratusan warga Sumbawa Barat, NTB dengan menumpang setidaknya 100 perahu nelayan bermesin tempel, menggempur area pelabuhan khusus pengapalan konsentrat Newmont. Warga ingin menduduki pelabuhan itu, karena kesal pemerintah pusat tak kunjung menunjuk daerah sebagai pembeli 7% saham divestasi Newmont tahun 2010.
Warga bertolak dari Labuhan Lalar, Kecamatan Taliwang, 20 menit perjalanan dengan perahu tempel dari Pelabuhan Benete. Sebagian dari massa adalah warga lingkar tambang.
Satu mil menjelang pelabuhan, Satuan Polisi Perairan Polda NTB sudah menghadang perahu yang mengangkut warga, persis di alur pelayaran kapal pengangkut konsentrat.
Polisi menggunakan dua unit tug boat penarik tongkang milik Newmont, dan tiga unit boat, untuk menghadang warga. Penghadangan dipimpin langsung Wakapolres Sumbawa Barat, Komisaris Polisi Achmadi.
Dihadang polisi, warga malah berang dan sebagian perahu merangsek. Warga berusaha menabrakannya ke kapal tug boat sehingga aksi kejar-kejaran di laut juga tak terhindarkan.
Menurut rencana, Menteri Keuangan Agus Martowardojo akan menetapkan siapa pembeli 7% saham Newmont 18 April mendatang. Secara lisan, Menkeu telah memastikan, pemerintah pusat yang akan membeli saham divestasi itu. Jika tak mendapatkan saham, Pemkab Sumbawa Barat telah memberitahu pemerintah dan manajemen Newmont, operasonal tambang akan ditutup mulai 19 April.
(dnl/qom)











































