PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan berkolaborasi dengan beberapa BUMN karya (infrastruktur) garap Mass Rapid Transit atau MRT di Jakarta. Salah satu BUMN karya yang siap adalah PT Wijaya Karya Tbk (WIKA).
Hal itu diungkapkan Menteri BUMN Mustafa Abubakar di Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Rabu (13/4/2011).
"Kalau (MRT) itu diserahkan oleh pemda kelihatan kita BUMN siap. BUMN kereta api, Wika, beberapa (BUMN) karya siap untuk berkolaborasi bekerja sama untuk membantu program infrastruktur DKI," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dana mudah. Di BUMN ada dana, pihak perbankan juga banyak berminat untuk masuk ke infrastruktur," ujarnya.
Menurutnya, Jepang mundur dari proyek tersebut bukan masalah dana, namun lebih kepada niatan mereka saja. Jika tidak ada pihak lain yang maju, Mustafa menegaskan BUMN siap mengambil alih.
"Bagi kita kalau memang tidak ada yang meneruskan, BUMN siap melanjutkan dengan kerjasama dengan beberapa pihak," imbuhnya.
Saat ini Pemda DKI belum memberikan penjelasan mengenai rencana tersebut. Namun Mustafa menambahkan, sudah ada beberapa BUMN yang akan membantu pengembangan infrastruktur ibukota negara kita itu.
Sampai saat ini pemerintah belum juga mendapatkan kepastian dari pihak Jepang untuk pembangunan proyek Mass Rapid Transportation (MRT) yang nilainya Rp 10 triliun.
Karena itu, Menteri Perhubungan Freddy Numberi berencana untuk menyerahkan proyek ini ke BUMN.
"Jepang termasuk JICA (Japan International Cooperation Agency) jadi pertimbangan karena maju mundur, maju mundur terus. Sementara kita upayakan kalau bisa dari BUMN. Karena BUMN yang kita utamakan," tutur Freddy di tempat yang sama.
Freddy mengatakan, pemerintah belum bisa memastikan pendanaan proyek MRT dari JICA Rp 10 triliun. "Pemerintah berpikir kalau perlu kita dorong BUMN dulu jalan," kata Freddy.
Menurutnya, BUMN bisa mendapatkan pendanaan dari bank BUMN. Proyek MRT ini akan dibangun terlebih dahulu di Jakarta.
(ang/dnl)











































