"Jadi anggaran belanja tambahan itu pokoknya permintaan dari kementerian-kementerian untuk adanya belanja tambahan. itu jumlahnya kelihatannya sudah cukup besar. kalau seandainya itu mau kita realisasikan ya kita nanti mungkin harus mengajukan revisi anggaran," ujar Menteri Keuangan Agus Martowardojo di kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (13/4/2011).
Awalnya, defisit anggaran negara dalam APBN 2011 adalah 1,8% dari PDB atau sebesar Rp 124,66 triliun. Dengan kenaikan menjadi 1,9%, berarti pemerintah harus mencari tambahan dana lewat utang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain defisit, Agus mengatakan pemerintah juga akan mengubah perhitungan asumsi harga minyak (ICP) dari US$ 80 per barel. Asumsi nilai tukar rupiah juga akan diubah karena terus menguatnya rupiah terhadap dolar AS.
"Rupiah kita menguat itu kan skrng berada di kisara Rp 8.600-Rp 8.700/US$, jadi itu kuat," imbuh Agus.
(dnl/hen)










































