Dirut: Merpati Banyak Masalah, Paling Parah Mental Karyawan

Dirut: Merpati Banyak Masalah, Paling Parah Mental Karyawan

- detikFinance
Kamis, 14 Apr 2011 08:32 WIB
Jakarta - Maskapai plat merah PT Merpati Airlines (Persero) masih sulit bersaing di dunia penerbangan. Selain masalah modal, kondisi internal pun masih harus dibenahi. Dirut Merpati Sardjono Jhony Tjitrokusum mengaku dirinya harus bekerja ekstra keras membereskan banyaknya masalah.

"Masalah Merpati banyak! Dan untuk membenahinya perlu kerja keras," katanya kepada detikFinance, Rabu malam (13/4/2011).

Paling parah lagi adalah mental perilaku para karyawan yang dianggap mempersulit pembenahan Merpati. "Paling parah, mental atitude orang-orangnya perlu kita benahi juga. Ini persaingan tinggi, jadi harus kerja keras," kata Jhony.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk itu, dia pun menegakkan disiplin dan aturan ketat yang tak pandang bulu kepada setiap karyawannya.

Masalah Merpati yang terbaru adalah pengunduran diri Wakil Direktur Utama Merpati Adhy Gunawan. Jhony berharap pemerintah tetap menunjuk Wadirut baru karena perannya sangat penting di tengah banyaknya masalah di Merpati.

"Saya berharap Pak Menteri (BUMN) memilih Wadirut baru karena memang diperlukan akibat beban kerja berat," jelas Jhony.

Jhony berharap rencana suntikan modal dari pemerintah Rp 600 miliar segera terealisasi karena Merpati sangat membutuhkannya.

"Itu (modal) sangat penting. Kita menerima Merpati dalam keadaan lumpuh. Kita sedang berjalan tertatih-tatih," tukas Jhony.

(dnl/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads