Harga Pakan Melonjak, Peternak Desak Harga Susu Naik

Harga Pakan Melonjak, Peternak Desak Harga Susu Naik

- detikFinance
Jumat, 15 Apr 2011 11:35 WIB
Harga Pakan Melonjak, Peternak Desak Harga Susu Naik
Jakarta - Kenaikan harga pakan ternak juga berimbas pada pelaku peternak sapi perah lokal. Pakan ternak telah naik hingga 20% sehingga biaya produksi ikut terkerek.

Peternak lokal mendorong industri dapat membeli susu hasil perahan petani dengan harga lebih tinggi, dari saat ini sekitar Rp 3.600-3.700 per liter. Usulan kenaikan ini didasarkan atas meningkatkanya harga pakan ternak sekitar 10-20%.

Menurut  Ketua II Koperasi Peternak Bandung Selatan (KPBS) Aun Gunawan, selain harga pakan yang telah merangkak naik, peningkatan inflasi juga memberatkan operasinal peternak di daerah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mutlak naik karena tingkat inflasi menyebabkan biaya ekstra. Pakan ternak juga telah naik 10-20%," jelas Aun dalam perbincangan dengan detikFinance, Jumat (15/4/2011).

Usulan kenaikan sudah disampaikan pihak koperasi kepada industri, yang biasa membeli susu dari 6.000 petani binaan KPBS. Pihaknya juga masih menunggu tanggapan serius dari industri, Susu Ultra dan Bendera yang jadi konsumen setia KPBS.

"Memang belum ada peningkatan harga, masih di sekitar Rp 3.600- Rp 3.700 per liter. Untuk yang kita beli dari petani rata-rata Rp 3.300. Ada juga kita beli dengan harga Rp 3.600," tambahnya.

KPBS berharap industri dapat membeli susu dari mereka lebih tinggi Rp 500-Rp 700 per liter. Selain alasan harga pakan, ia juga menyampaikan harga susu impor juga sudah meningkat menjadi  Rp 4.300 per liter.

"Jadi ajukannya segitu, saya nggak tau nanti mereka gimana. Informasi yang kami terima, susu luar naik menjadi Rp 4.300, jadi kalau naik (susu lokal) kan wajar," tegas Aun.

Sepanjang triwulan I-2011, Aum menjelaskan terjadi peningkatan produksi susu dari petani di wilayah Bandung selatan manjadi 137 ton susu segar per hari. Jika dibandingkan dengan posisi akhir 2010 hanya mencapai 124 ton susu segar  per hari.

"Ada sedikit peningkatan. Sampai saat ini baru 137 ton per hari. Produksi kita kan ada di sekitar, 5% yang kita pasarkan. Yang 95% diserap oleh Ultra dan Bendera," ucapnya.

(wep/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads