Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Bambang Brodjonegoro melalui pesan singkatnya kepada detikFinance, Jakarta, Jumat (15/4/2011).
"Kuartal I ini ada di kisaran 6,4-6,6 persen sehingga kita perkirakan pada kuartal I ini pada 6,5 persen. Peningkatan investasi dan ekspor serta konsumsi masyarakat yang masih kuat," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan data Kemenkeu, realisasi belanja modal 10 kementerian/lembaga (K/L) dengan pagu anggaran terbesar di APBN 2011 selama kuartal I baru Rp3,9 triliun atau 3,5% dari pagu. Persentase penyerapan itu lebih rendah apabila dibandingkan dengan realisasi tahun lalu yang mencapai 4,7%.
Bahkan, Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) yang anggarannya 20% dari total APBN 2011 belum mencairkan belanja modalnya sama sekali. Dirjen Perbendaharaan Kementerian Keuangan Agus Suprijanto mengatakan itu, kemarin, di Jakarta.
Menurut dia, alokasi belanja modal 10 K/L tersebut Rp111,6 triliun atau mencapai 82% dari total belanja modal APBN 2011 Rp135,8 triliun.
"Jadi, kalau 10 K/L ini sedikit lalai, indikasinya sangat besar sekali."
Ada beberapa penyebab penyerapan belanja modal belum optimal, misalnya anggaran belum disetujui DPR atau izin kontrak terkendala masalah pembebasan tanah.
(nia/qom)










































