Pengusaha RI Perlu Manfaatkan Fasilitas Ini

Laporan dari Fujairah

Pengusaha RI Perlu Manfaatkan Fasilitas Ini

- detikFinance
Jumat, 15 Apr 2011 13:45 WIB
Pengusaha RI Perlu Manfaatkan Fasilitas Ini
Fujairah - Pengusaha Indonesia akan mendapatkan fasilitas free import duty terhadap produk-produk Indonesia untuk dipasarkan melalui Fujairah Free Zone (FFZ). Peluang baik ini perlu dimanfaatkan.

Hal itu disampaikan Konsul Jenderal RI di Dubai Mansyur Pangeran kepada detikfinance usai mengikuti Fujairah International Business Forum 2011 baru-baru ini.

"Fasilitas free import duty itu salah satu keuntungan jika memanfaatkan FFZ untuk memasarkan produk Indonesia di UAE atau reekspor ke negara-negara Timteng lainnya," ujar Konjen.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Konjen mendapat tawaran tersebut langsung dari Dirjen FFZA Sharief Habib Al-Awadhi. "Kiranya peluang baik ini perlu dipertimbangkan oleh para pengusaha Indonesia yang ingin mencoba ekspansi ke Fujairah," harap Konjen.

Seperti disampaikan Sekretaris I Adiguna Wijaya, Emirat Fujairah kini semakin terbuka bagi para pengusaha asing untuk melakukan perdagangan, investasi, industri dan pariwisata dengan ditetapkannya zona baru industri dan perdagangan bebas FFZ.

Kebijakan ini diharapkan semakin memperlancar arus keluar dan masuknya barang-barang ekspor dan impor, termasuk peluang sangat besar bagi masuknya barang-barang produksi Indonesia. Grup Sinar Mas merupakan pionir dari Indonesia yang sudah masuk ke Fujairah dan menerkam peluang ini.

Fasilitas lainnya adalah business trial bagi para pengusaha Indonesia yang akan memanfaatkan FFZ di emirat paling utara UAE itu.

Melalui skema ini diberikan beragam kemudahan dan fasilitas bisnis bagi pengusaha Indonesia untuk membuka kantor secara kolektif hingga maksimal 10 pengusaha atau perusahaan dengan fasilitas warehouse seluas 500 m2 di kawasan FFZ.

Selama tenggang waktu 6 bulan hingga 1 tahun para pengusaha Indonesia tersebut hanya akan dikenakan biaya minimum sekitar US$ 6.850. Fasilitas telepon dan faksimil, serta pengurusan visa juga akan disediakan oleh pihak FFZ.

Forum Bisnis

Sebelumnya dalam Fujairah International Business Forum 2011 (4-5 April 2011), Konjen telah mengadakan pertemuan khusus dengan kalangan pejabat tinggi, otoritas Fujairah Free Zone, pengusaha papan atas dan CEO Clubs UAE.

Mereka antara lain Dirjen Departemen Industri dan Ekonomi Fujairah, Dirjen Fujairah Free Zone Authority (FFZA), Legal Advisor Pemerintah Fujairah, Managing Director dan CEO NMC, UAE Exchange dan Neopharma, General Manager Fujairah Feed Factory,  CEO Clubs UAE, serta Managing Director Fujairah Petroleum Product yang juga mantan Menteri Lingkungan Hidup UA dan pernah menjadi Dubes UAE untuk Indonesia.

Pertemuan dimaksudkan untuk mencari peluang bisnis baru dalam memasarkan produk-produk Indonesia dan sebaliknya mengundang investasi asing masuk ke Indonesia.

Dari pertemuan dengan CEO NMC, UAE Exchange dan Neopharma Dr. B.R. Shetty diperoleh informasi mengenai permintaan perusahaan tersebut untuk mengimpor batu bara dari Indonesia sebanyak 100.000 metrik ton per bulan untuk pembangkit listrik.

Sedangkan General Manager Fujairah Feed Factory Saeed Mohamed Al-Azom menyampaikan keinginan mereka untuk mengimpor suplai pakan ternak dari sisa produksi Crude Palm Oil (CPO) dari Indonesia.

Menurut Al-Azhom, selama ini bahan makanan ternak hasil olahan perusahaannya diimpor dari Malaysia.

Prospektif

Fujairah merupakan salah satu dari 7 emirat di UAE, sekitar 180 km dari Dubai. Letak Fujairah di pantai timur menjadikan pelabuhan laut di Fujairah merupakan satu-satunya di UAE yang menghadap Teluk Oman (Laut Arab) dan tidak berada di Teluk Persia dan Selat Hormuz yang berbatasan dengan Iran.

Diperkirakan proses pembangunan dan laju perekonomian Fujairah akan semakin berkembang dan maju di masa mendatang. Hal ini seiring dengan pengembangan pelabuhan Fujairah sebagai pintu ekspor minyak bumi dari Abu Dhabi dengan kapasitas 1,8 juta barel per hari.

Sejumlah proyek pembangunan yang sedang dilaksanakan pemerintah Fujairah turut mendorong peningkatan arus masuknya tenaga kerja asing di wilayah ini, termasuk dari Indonesia, untuk mengisi lowongan pekerjaan yang tersedia.

Letak Fujairah yang cukup strategis membuat perekonomiannya akan terus berkembang di kemudian hari, seperti halnya Dubai 10 tahun silam.



 

(es/es)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads