Dua posisi direksi di PT Pertamina (Persero) masih kosong, pemerintah siap kirim enam nama calon pengisi dua posisi tersebut ke Tim Penilai Akhir (TPA).
Keenam calon itu akan bertarung untuk menempati kursi Direktur Hulu serta Direktur Perencanaan Investasi dan Manajemen Risiko (PIMR) di Badan Usaha Milik Negara (BUMN) minyak dan gas tersebut.
"Kita finalkan hari ini dan kita serahkan ke TPA. Suratnya sudah tanda tangan hari ini. Ada 2 pos yang mengalami pergantian, Direktur Hulu serta Direktur Perencanaan Investasi dan Manajemen," kata Menteri BUMN di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (15/4/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mustafa menambahkan, keenam calon itu berasal dari dalam dan luar Pertamina. Namun ia belum bisa memastikan jangka waktu yang diperlukan untuk proses di TPA, tapi ia yakin pemilihan ini akan jadi prioritas.
"Belum tahu (kapan rampung) nanti kita serahkan ke Ketua TPA. Pasti diprioritaskan karena Pertamina sudah lama," ujarnya.
Seperti diketahui, masih ada dua kursi kosong di Pertamina. Selama ini, dua jabatan tersebut dirangkap oleh direksi lainnya.
Kekosongan posisi Direktur PIMR itu kini dirangkap sementara oleh Muhammad Afdal Bahauddin yang merupakan Direktur Keuangan Pertamina.
Sementara Direktur Hulu dirangkap oleh Karen Agustiawan yang tak lain adalah Direktur Utama Pertamina. (ang/dnl)










































