Tingkatkan Daya Saing Pasar Tradisional Dengan Revitalisasi

Tingkatkan Daya Saing Pasar Tradisional Dengan Revitalisasi

Purwoto Sasongko - detikFinance
Sabtu, 16 Apr 2011 17:15 WIB
Tingkatkan Daya Saing Pasar Tradisional Dengan Revitalisasi
Pacitan -

Pemerintah akan terus meningkatkan daya saing pasar tradisional terhadap pasar modern. Caranya, dengan merevitalisasi baik berupa fisik maupun dalam hal pengelolaan.

“Secara fisik harus bersih, nyaman, sehat dan segar. Pengelolaanya juga harus baik dan ada dana untuk itu. Kalau pasar diperbaiki namun tidak dipelihara ya akan hancur,” ujar Menteri Perdagangan, Mari Elka Pangestu usai berdialog dengan pedagang Pasar Minulyo, Baleharjo, Pacitan, Sabtu (16/4/2011).

Dari 10 ribu lebih jumlah pasar di Indonesia, lanjut Menteri, 80% diantaranya membutuhkan revitalisasi. Pasalnya, rata-rata usianya diatas 20 tahun. Beberapa diantaranya sedang dilakukan perbaikan secara bertahap.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Intinya, keberadaan pasar tradisional harus berperan strategis dalam memberikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta mampu membangkitkan putaran roda perekonomian.

Selain itu, pasar tradisional juga menjadi tempat sentra pertemuan masyarakat dalam kegiatan jual beli. Sehingga dapat terus menghidupkan petani, pedagang maupun UKM.

“Maka itu kita harus jaga, supaya sarana perdagangan yang namanya pasar untuk rakyat supaya tetap bersih, nyaman, sehat, ramah lingkungan dan perdangannya dilakukan dengan jujur,” tandas Mari.

Peningkatan peran pasar tradisional sebagai sentra ekonomi masyarakat, terang menteri juga tidak lepas dari peran pemerintah daerah setempat. Hal ini dapat dilakukan dengan menertibkan jam buka.

Sesuai peraturan presiden nomor 12 tahun 2007, lanjut dia, swalayan hanya boleh buka dari pukul 10.00 sampai pukul 22.00. Diluar itu, merupakan ranah pasar tradisional.

Pasar Minulyo sendiri, telah dilakukan revitalisasi sejak tahun 2007 lalu. Saat ini pembangunannya memasuki tahap ke tiga.

Antara lain meliputi pembangunan pasar kuliner, rehab blok, pembangunan klinik kesehatan dan kantor koperasi dan pengerasan tanah. “Di pasar lain kondisinya jauh lebih parah. Kalau ini sih sudah cukup baik, tinggal kita sempurnakan lagi,” tambahnya.

Dalam kunjungan kerja selama sehari di kampung halaman SBY, selain mengadakan pertemuan dengan pedagang pasar, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu juga meninjau sentra industri batik canting di Kecamatan Ngadirojo.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads