Demikian kata Presiden SBY dalam pembukaan rapat kerja rencana induk percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi. Rapat kali ke-2 ini digelar di Istana Bogor, Senin (18/4/2011).
"Jangan rencananya muluk-muluk, indah dan ruwet. Tapi sederhana dan bisa dijalankan. Jangan beri rakyat cek kosong, tapi cek isi," tegas SBY.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jalan menuju kesuksesan terbuka lebar, tapi selalu ada saja peluang gagal. Rakyat tidak suka dengan kegagalan," sambung SBY.
Terkait dengan upaya mencegah kegagalan, menurut Presiden SBY ada dua hal yang dari dahulu kala menjadi pangkal masalah. Yaitu bottlenecking dan melewatkan momentum baik.
Fenomena debottlenecking menurut SBY bisa terjadi di pemerintah pusat atau daerah. Kendala ekonomi yang terjadi bisa berupa infrastruktur, perizinan dan, iklim usaha.
Menurut SBY saat ini menjadi momentum baik yang harus dimanfaatkan Indonesia adalah Asia yang sedang tumbuh sebagai kekuatan ekonomi baru dunia. Serta pertumbuhan ekonomi Indonesia kini sangat baik.
Β
"Mari pastikan bottlenecking kita pangkas dan tak ada yang baru. Kita tahu punya momentum dan peluang, tapi kita lambat. Sampai kapan kapan pun hanya akan jadi rencana indah. Mulai kini kerja bahu membahu hilangkan bottlenecking dan tak sia-siakan momentum peluang yang ada," papar SBY.
(lh/dnl)











































