Komunikasi melalui sambungan telepon antara massa aksi dengan Bupati itu diperdengarkan pada seluruh massa aksi melalui pengeras suara. Massa aksi yang telah membangun tenda, untuk menduduki area dekat pelabuhan Khusus pengiriman konsentrat PT Newmont Nusa Tenggara, akhirnya bubar.
"Saya bangga dengan perjuangan rakyat Sumbawa Barat. Rakyat Sumbawa Barat yang menderita, yang memperjuangkan haknya. Sekarang serahkan sepenuhnya untuk melanjutkan tanggungjawab ini pada saya. Divestasi telah diperpanjang," kata Bupati, yang terdengar sesenggukan dan tercekat menahan haru.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Zulkifli meminta seluruh massa aksi membubarkan diri, dan kembali ke rumah masing-masing. "Saya ingin rakyat Sumbawa Barat, bekerja kembali demi keluarga dan demi daerah seperti biasa," ujarnya.
Bupati yang tengah berada di Jakarta mengaku prihatin, atas tindakan represif aparat kepolisian yang menyebabkan empat warga terluka, pada aksi pendudukan tambang, Senin pagi.
"Setelah ini, saya tidak sudi ada rakyat Sumbawa Barat yang dipanggil-panggil. Saya tidak sudi ada rakyat Sumbawa Barat yang ditangkap, ditembak, dianiaya. Saya tidak sudi ada yang di penjara. Saya yang ambil alih tanggungjawab," katanya.
Jika ada yang salah, Zulkifli mengaku dirinyalah yang patut dipersalahkan, bukan rakyat Sumbawa Barat, kendatipun ia tak pernah memerintahkan aksi yang berujung bentrok warga dengan polisi.
"Ini sudah maksimal. Apa yang terjadi dalam unjuk rasa, meski itu bukan atas perintah saya, saya ambil tanggungjawab," ujarnya.
Seperti diketahui, Kementrian Keuangan menyatakan batas pembelian divestasi saham Newmont diperpanjang sebulan. Perpanjangan terhitung 18 April 2011. Perpanjangan itu juga telahΒ mendapat persetujuan Newmont.
Dengan menggunakan puluhan bus, truk, kendaraan pribadi, kendaraan dinas dan ojek, massa aksi akhirnya meninggalkan karena aksi.
Massa aksi membongkar kembali tenda dari terpal yang mereka dirikan. Saat meninggalkan lokasi aksi, sebagian massa meneriakkan yel-yel, tak ubahnya mereka yang memenangi peperangan.
(dnl/dnl)











































