Pendapatan Naik, Konsumen Lirik Produk Premium

Pendapatan Naik, Konsumen Lirik Produk Premium

- detikFinance
Selasa, 19 Apr 2011 13:12 WIB
Pendapatan Naik, Konsumen Lirik Produk Premium
Jakarta - Hasil survei The Nielsen terhadap prilaku konsumsi masyarakat Indonesia menunjukan ada perubahan prilaku  konsumsi masyarakat menengah ke bawah. Pendapatan perkapita rata-rata masyarakat Indonesia yang menembus US$ 3000 per tahun membuat konsumen kelas ini mengincar produk-produk premium.

Dari hasil survei itu juga mengungkap bahwa masyarakat kelas atas lebih memilih produk berdasarkan manfaat dan meningkatkan kehidupan. Sedangkan, masyarakat kelas menengah ke bawah membeli produk untuk menambah konsumsi barang yang belum pernah mereka beli.

"Konsumer kelas atas lebih mementingkan kebutuhan gaya hidup dan kesehatan, sedangkan kelas menengah ke bawah mulai membeli produk yang dianggap premium." kata Executive Director of Client Leadership Nielsen Venu Madhav ketika di kator Nielsen, Jakarta, Selasa (19/4/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perubahan prilaku konsumen, menurut Nevu, disebabkan oleh pendapatan perkapita masyarakat Indonesia yang telah mencapai US$ 3.000 per tahun. Nevu juga memperkirakan akan ada permintaan besar di sektor Otomotif, kesehatan, asuransi, perjalanan dan lain-lain.

"Konsumen lebih berani mengeluarkan uang untuk menggunakan produk lebih sering dan mencari produk premium," tuturnya.

Di tempat yang sama, Manajer FMCG Service PT Nielsen Teddy Lesmana menjelaskan, ada faktor pendorong yang menyebabkan konsumen kelas menengah ke bawah mulai membeli produk yang sebelumnya belum pernah mereka konsumsi.

"Faktor pendorongnya bisa dari konsumen dan manufaktur," katanya.

Lebih lanjut Teddy menambahkan, keingian konsumen kelas menengah bawah juga tinggi untuk ikut mengonsumsi produk premium, seperti keju dan makanan beku. Karena itu, pabrik banyak yang membuat produk dalam bentuk yang lebih terjangkau.

"Pabrik mulai bikin produk dalam bentuk sachet dan mulai dipasarkan. Manufaktur harus liat konsumen mau bayar berapa," ujarnya.

Selain itu, tingkat kepraktisan dan keterjangkauan, kata Teddy, juga bisa menjadi daya tarik konsumen kelas menengah bawah untuk ikut beli produk premium.


(hen/hen)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads