Djatun: Defisit 2006 Diprekirakan 0,1 Persen
Kamis, 10 Jun 2004 18:27 WIB
Jakarta - Menko Perekonomian Dorodjatun Kuntjara-Jakti mengatakan, defisit tahun 2006 diperkirakan 0,1 persen atau turun dibanding 2004 yang sebesar 1,2 persen dan tahun 2005 yang diperkirakan 0,8 persen.Sementara inflasi diperkirakan stabil selama 2005 dan 2006 di kisaran 5,5 persen atau turun dibanding tahun 2004 yang sebesar 6,5 persen. Untuk ruipiah selama 2004-2006 diproyeksikan stabil di level Rp 8.600Sedangkan rasio utang terhadap PDB, kata Djatun di Hotel Grand Hyatt, Jl. MH. Thamrin, Jakarta, Kamis, (10/6/2004), terus turun dari tahun 2004 yang 60,3 persen, tahun 2005 yang diperkirakan 52,7 persen dan 46,9 persen tahun 2006Untuk cadangan devisa Djatun juga memperkirakan akan stabil dalam tiga tahun ini, di mana tahun 2004 di kisaran 34,4 miliar dolar AS, tahun 2005 diperkirakan sebesar 32,8 miliar dolar AS, dan tahun 2006 di level 33,3 miliar dolar AS.Di tempat yang sama Dirut Bank Mandiri ECW Neloe mengatakan, cadangan devisa Indonesia harus terus ditingkatkan. Karena meski cenderung bertambah namun tidak sebesar jika dibandingkan dengan negara lain. Ia lalu mencontohkan, India yang pada tahun 1998 cadangan devisanya 24,5 miliar dolar AS kini mencapai 116 miliar dolar AS. Sedangkan Indonesia pada tahun 1998 di level 20 miliar dolar AS dan tahun 2004 sekitar 35 miliar dolar AS, atau hanya cukup untuk tujuh bulan impor.Padahal, ke depan ekspor diperkirakan terus menurun sementara impor cenderung naik. "Itu belum dihitung impor selundupan dan under invoicing," katanya.Sementara pengamat ekonomi dari CSIS Marie Pangestu mengatakan, Indonesia meski selama lima tahun bisa bertahan tanpa investasi baru, namun dengan akses kapasitas yang semakin panas diperlukan investasi baru.
(mi/)











































