"Untuk advertising information service termasuk iklan untuk memberi tahu bahwa produk kecil itu ada untuk kelas menengah ke bawah. Secara keseluruhan itu meningkat 39% dari 2009 ke 2010," kata Executive Director of Client Leadership Nielsen Venu Madhav di kantornya, Jakarta, Selasa (19/4/2011).
Venu menjelaskan pihak produsen mau tidak mau harus memberikan informasi kepada konsumen yang sudah mengalami pergeseran konsumsi karena naiknya pendapatan mereka. Misalnya saja bagi konsumen yang sebelumnya tak pernah mengkonsumsi keju, makanan beku atau semacamnya harus mendapatkan edukasi dari konsumen diantaranya melalui iklan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu Fast moving consumer goods (FMCG) Service Manager The Nielsen Teddy Lesmana menambahkan informasi atau iklan semacam itu perlu dilakukan. Maklum saja, beberapa kelompok masyarakat sebelumnya tak mengkonsumsi produk premium seperti keju, makanan beku dan lain-lain.
"Misalnya keju, apakah ini bisa dimakan langsung atau digoreng dulu," katanya.
Ia mengatakan sektor produk kebutuhan keluarga sehari-hari (FMCG) mengalami pertumbuah hampir dua kali lipat dari pertumbuan ekonomi 6%. Sektor ini meningkat 11% lebih cepat pertumbuhannya.
"Pembelian makanan beku masyarakat menengah ke bawah, karena mereka beralasan lebih praktis tanpa masak lagi, walaupun harga mahal, yang penting praktis dan cepat," katanya.
(hen/dnl)











































