Kumpul di Bogor, Pengusaha Janji Rogoh US$ 150 Miliar

Kumpul di Bogor, Pengusaha Janji Rogoh US$ 150 Miliar

- detikFinance
Selasa, 19 Apr 2011 16:10 WIB
Kumpul di Bogor, Pengusaha Janji Rogoh US$ 150 Miliar
Jakarta - Kalangan pengusaha nasional berkomitmen mendukung susksesnya pelaksanaan rencana induk percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi. Hal ini bagian dari hasil pertemuan para pengusaha lokal bersama Presiden SBY dan para menteri di Istana Bogor.

Pengusaha berjanji akan menanamkan investasi sebesar US$ 150 miliar untuk berbagai proyek energi, infrastruktur dan panganΒ  hingga 15 tahun ke depan di seluruh wilayah Indonesia.

"Kami berkomitmen untuk berpartisipasi dengan investasi senilai Rp 1250 triliun atau setara dengan US$ 150 miliar," kata Ketua Umum Kadin Suryo Bambang Sulistyo, dalam penutupan rapat kerja pematangan rencana induk percepatan dan perluasan ekonomi Indonesia. Rapat yang dipimpin Presiden SBY itu berlangsung di Istana Bogor, Bogor, Selasa (19/4/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, komitmen investasi merupakan akumulasi dari para para pengusaha berbagai bidang yang berniat berinvestasi dalam watu dekan ini dengan nilai masing-masing minimal Rp 1 triliun. Nilai total Rp 1.250 triliun belum termasuk dari rencana investasi parausaha kecil dan menengah (UKM).

"Bila mencakup UKM, maka nilainya bisa lebih besar lagi," katanya.

Dikatakannya Kadin akan meyakinkan para mitra usaha masing-masing dari luar negeri untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Kadin menawarkan ke pemerintah untuk mendirikan lebih banyak PLTU terutama di daerah penghasil batubara, pengembangan energi terbarukan dan ketersediaan infratruktur.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyatakan penghargaannya terhadap komitmen para pengusaha. SBY menjelaskan bahwa prioritas dalam percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi Indonesia adalah pengembangan energi terbarukan dan penyediaan jaringan infrastuktur disamping transportasi dan pertanian.

Dalam program itu akan dicantumkan secara rinci pengusaha yang menamkan modal di bidang apa dengan nilai berapa dan berlokasi di mana. Program tersebut bersifat mengikat selama 15 tahun ke depan, maka tetap terbuka peluang bagi pengusaha untuk memperluas investasinya untuk proyek baru.

"Meski harapan saya yang ini jalan dulu, baru yang lain. Jangan yang ini belum selesai, lalu ingin lainnya. Bisa bingung nanti," ujar SBY.

(lh/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads