"Petani sudah ketar-ketir karena bulan Mei sudah panen raya, saya nggak tahu bakal anjlok berapa lagi. Kalau panen raya bisa sampai Rp 4.000, itu sudah pas-pasan dan merugi," kata Ketua Umum Asosiasi Agribisnis Cabai Indonesia Dadi Sudiana kepada detikFinance, Rabu (20/4/2011).
Ia mengatakan dengan harga cabai di petani Rp 8.000 per Kg, maka harga cabai di pasar-pasar induk hanya berkisar belasan ribu rupiah atau termahal Rp 20.000 per Kg. Dadi menyakan dengan harga saat ini petani hanya mengaku untung tipis karena suplai mulai berlimpah
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya lonjakan kenaikan harga cabai dua bulan lalu tak berpengaruh pada keuntungan petani. Pada waktu itu kenaikan harga cabai bukan meningkatnya permintaan namun karena suplai yang kurang.
Harga cabai yang melorot tajam bukan hanya produksi petani cabai yang mulai berlimpah namun faktor masih adanya cabai impor ikut menyumbang hancurnya harga cabai. Meskipun Dadi mengatakan intensitas cabai impor sekarang mulai melemah karena sudah tak kompetitif dengan cabai lokal.
"Cabai impor masih ada, mungkin sudah mau stop. Harga cabai impor kisaran Rp 15.000 per Kg, mereka sudah nggak kuat. Selain itu jenisnya nggak tak disukai," katanya.
(hen/dnl)











































