Ketua Umum Asosiasi Agribisnis Cabai Indonesia Dadi Sudiana mengatakan suplai cabai dalam negeri kian berlimpah pada Mei nanti karena sudah masuk panen raya. Namun kata dia, opsi mengekspor cabai ke negara-negara tetangga untuk menekan rontoknya harga cabai justru relatif sulit.
"Sekarang saya tanya, mau diekspor ke mana? Mereka (negara ASEAN) juga banyak produksinya, malah harga mereka lebih murah," kata Dadi kepada detikFinance, Rabu (20/4/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini, kata Dadi, suplai cabai mulai berlebih di berbagai sentra cabai di dalam negeri. Selain curah hujan yang mulai berkurang, serangan hama pun relatif kecil.
"Sentra-sentra cabai di Indonesia masih di Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, dan Medan Sumatera Utara. Suplai cabai
60% dari Jawa," katanya.
Ia menambahkan pengembangan teknologi perisai (jaring-jaring) yang dijanjikan pemerintah beberapa waktu lalu tak pernah sampai ke tangan petani.
Teknologi ini bertujuan agar lahan tidak mudah basah, kandungan air capai bisa rendah sehingga menekan cepat membusuknya cabai.
"Yang kami terima itu cuma bantuan benih cabai," katanya.
(hen/dnl)











































