"Kita cari sebanyak-banyaknya, ia ada dari luar negeri, Arab dan China. Kombinasi, mereka joint venture," kata Dirut PPA Boyke Mukijat di Graha Niaga, Jakarta, Rabu (20/4/2011).
Ia menambahkan, diharapkan dengan ketertarikan awal dari calon investor tersebut menjadi penanda baik untuk beroperasinya kembali KKA. Namun, Boyke enggan menyebut identitas calon investor yang mereka undang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Corporate Secretary PPA, Renny O. Rorong, pihak mengundang sekitar 6 calon investor luar negeri dan 12 lainnya merupakan investor domestik. Di antara mereka, ada dua calon yang menyatakan ketertarikannya.
"Yang tertarik dua, investor yang berafiliasi dengan China, juga ada yang dengan Arab. Tapi yang kita undang ada 6. Yang dalam negeri 12, namun yang saya ingat RAPP (PT Riau Andalan Pulp and Paper), IKPP (Indah Kiat Pulp and Paper), dan Fajar Surya Wisesa," teas Renny.
KKA merupakan BUMN yang didirikan pada 1983 di Kabupaten Aceh Utara yang bergerak di bidang pembuatan kertas kraft dengan kapasitas produksi terpasang 135.000 ton per tahun, yang menghasilkan kertas kantong semen dengan bahan baku kayu pinus.
Saat ini program restrukturisasi dan revitalisasi tengah berjalan, dengan mengundang calon investor.
(wep/dnl)











































