Demikian disampaikan Dirut PPA Boyke Mukijat di Graha Niaga, Jakarta, Rabu (20/4/2011). "Kita lagi bikin proposal, penambahan, penyertaan modal. Rp 2 triliun. Ini sesuai dengan kebutuhan kami," ungkapnya.
Boyke menyebut, saat ini proses pengajuan masih berada di Kementerian BUMN, dan kemudian akan dibawa ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu) lalu ke DPR. "Prosesnya masih panjang, harus melalui prosedur ke DPR dan didaftarkan ke Banggar," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga akhir tahun 2011, PPA akan memfokuskan penyelamatan BUMN di bidang industri strategis, seperti PTDI , PAL dan Merpati. "Merpati kan masuk perintis. Dirgantara juga cita-cita pendahulu," ucap Boyke.
Berdasarkan catatan, PPA kini memiliki 17 'pasien' BUMN. Ini tak termasuk dua BUMN yang telah mundur dalam program penyehatan perseroan, yakni Primasima dan Hotel Indonesia Nature. "Mereka cari cara sendiri, dapat pinjaman bank," imbuhnya.
(wep/ang)











































