RI Selalu Tekor Berdagang dengan Australia

RI Selalu Tekor Berdagang dengan Australia

- detikFinance
Rabu, 20 Apr 2011 19:54 WIB
RI Selalu Tekor Berdagang dengan Australia
Jakarta - Indonesia selalu  mengalami defisit perdagangan dengan Australia setidaknya selama 5 tahun terakhir. Hal ini menambah catatan defisit perdagangan bilateral Indonesia seperti juga yang dialami Indonesia dengan China.

"Kita selalu defisit 5 tahun ke belakang," kata Direktur Jendral Kerjasama Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan Gusmardi Bustami di kantornya, Jakarta, Rabu (20/4/2011).

Dari data yang diterima detikFinance, perdagangan non migas Indonesia ke Australia selalu defisit. Berikut ini adalah defisit Indonesia dalam perdagangan non migas ke Australia:



  • Tahun 2006 desifit US$ 1,076 miliar
  • Tahun 2007 defisit US$ 949,226 juta
  • Tahun 2008 defisit US$ 1,873 miliar
  • Tahun 2009 defisit US$ 1, 662 miliar
  • Tahun 2010 defisit US$ 1,729 miliar

"Kalau kita ingin menghilangkan defisitnya, kita harus melakukan yang lebih preventif," ujar Gusmardi.

Total perdagangan kedua negara pun pernah mengalami penurunan pada tahun 2009 walaupun tahun 2010 meningkat cukup drastis. Pada tahun 2008 total perdagangan keduanya mencapai US$ 8,1 miliar lalu turun di tahun 2009 menjadi US$ 6,7 miliar dan 2010  naik menjadi US$ 8,3 miliar.

"Tahun 2009 mengalami financial crisis, jadi turun. Semua negara turun," tutur Gusmardi.

Defisit yang dialami Indonesia, menurut Gusmardi, karena Indonesia terlalu banyak impor barang dari Australia. Indonesia lebih banyak impor daging, garam, mesin-mesin, susu dan lain-lain.

Gusmardi menargetkan di tahun 2011 ini, total perdagangan Indonesia dengan Australia bisa mencapai angka US$ 9 miliar. "Melihat trennya, mungkin bisa US$ 9 miliar," katanya.

(hen/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads