Platform Ekonomi Tak Jalan Jika Dibentuk Kabinet Pelangi
Jumat, 11 Jun 2004 13:03 WIB
Jakarta -
Platform ekonomi capres-cawapres dikhawatirkan tidak bisa dilaksanakan secara optimal, jika kabinet yang dibentuk berupa kabinet pelangi yang mencerminkan kekuatan politik yang ada. Pasalnya, kabinet pelangi akan sulit melakukan koordinasi."Saya melihat dari sekian pasang capres-cawapres, mungkin yang perlu dilihat adalah dukungan dari parpol-parpol. Semakin banyak berkoalisi dengan partai akan semakin sulit membentuk kabinet yang solid, karena kabinat pasti akan berbentuk pelangi," tukas Aviliani dalam diskusi dengan Forum Wartawan Keuangan dan Moneter (FORKEM) di Gedung Depkeu, Jl. Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis, (11/6/2004).Avi juga menyoroti, dari seluruh pasangan capres-cawapres tidak satu pun yang menyebutkan secara detil mengenai pelaksanaan APBN. Padahal, APBN lah yang merupakan muara dari seluruh kebijakan ekonomi yang akan dilaksanakan."Saya melihat tidak ada yang realistis. Siapa pun tahu investasi itu penting tapi bagaimana cara untuk melaksanakan dalam satu tahun pemerintahan. APBN juga tidak disinggung secara detil," kata dia.Avi lalu mengatakan, tidak ada satu pun pasangan capres-cawapres yang menyatakan siap melanjutkan reformasi perpajakan. Demikian juga upaya reformasi struktur pengeluaran anggaran."Kalau penerimaan perpajakan sudah mentok yang bisa diadjust kan mereformasi struktur pengeluaran anggaran, tapi ini juga tidak ada. Kalau mereka bilang pendidikan gratis, kesehatan gratis. Itu kan membicarakan soal APBN," tegasnya.Dia juga menyatakan kepada pemerintahan baru nanti agar memberikan insentif seperti pemutihan pajak agar dana yang parkir di luar negeri bisa masuk kembali, demikian juga dengan investasi.
(mi/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































