"Dinamika pasar ini harus disikapi dengan kepintaran memilih mana komoditi yang terjangkau, tidak harus memaksakan," kata Sekretaris Jenderal Kementrian Pertanian Hari Priyono di kantornya Jl.Ragunan, Kamis (21/4/2011).
Hari mengatakan, sebetulnya ada barang pengganti yang bisa didapatkan masyarakat ketika harga cabai tinggi. Barang-barang seperti saos kemasan yang harganya lebih terjangkau, menurut Hari, bisa didapatkan lebih mudah di warung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut Hari menjelaskan, pemerintah tidak bisa mengurusi semua masalah yang terdapat di semua barang yang terkena masalah.
"Nanti labu siam mahal, terus pemerintah harus turun tangan, kan tidak. Pemerintah harus punya prioritas," tegasnya.
Sampai sejauh ini, kata Hari, pemerintah telah melakukan koordinasi untuk menyeleksi cabai dari luar negeri yang juga merupakan faktor penyebab turunnya harga cabai nasional.
"Kita sudah melakukan koordinasi dengan badan karantina, perketat pemasukan cabai dari luar (impor) dengan persyaratan teknis," tuturnya.
Selain itu, tambah Hari, iklim juga sagat memepengaruhi naik turunnya harga cabai. Hari mencontohkan kedelai yang produksinya tergantung dari cuaca dan harganya pun tergantung dari produksi tersebut.
"Hujan kan tanam kedelai kan susah produksi dalam negeri pasti kurang, harga tinggi. Kalau misalkan tidak ada tempe tahu masih ada ikan.Jangan memaksakan beli komoditi kalau memang daya beli terbatas," pungkasnya.
(hen/hen)











































