Demikian disampaikan Menteri Keuangan Agus Martowardojo, sepulangnya dari pertemuan G20 di washington DC, AS.
"Semua negara-negara berpartisipasi untuk bagaimana mengatasi climate change (perubahan iklim) berkomitmen bagaimana supaya 2020 itu ada penghimpunan dana sampai US$ 100 miliar untuk mengatasi dan menjawab isu-isu climate change," ujarnya saat ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (21/4/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain isu perubahan iklim, Agus Marto menyatakan pertemuan G20 selama 2 hari pada 14-15 April lalu juga membicarakan soal ketahanan pangan di tengah gejolak harga pangan dunia dan pengelolaan arus masuk.
"Kita juga membicarakan bagaimana negara-negara berkembang itu menerima capital inflow itu, mengelola capital inflow tersebut supaya bisa diarahkan dan dialihkan ke real sektor dan bagaimana real sektor itu bisa berkembang lebih pesat dibandingkan di portfolio itu kita bicarakan dengan luas di sana," ujarnya.
Kemudian, lanjut Agus Marto, negara-negara G20, juga membahas mengenai nilai tukar, terutama dampak dari penguatan Yuan terhadap negara anggota.
"Iya sangat dibicarakan, jadi nanti bulan-bulan ke depan ini, upaya-upaya menurunkan global imbalances itu semakin terarah," pungkasnya.
(nia/dnl)










































