Hal itu disampaikan Duta Besar RI untuk Republik Mesir Abdurrahman Mohammad Fachir pada perayaan hari jadi ke-40 Lembaga Persahabatan Mesir-Indonesia (LPMI) di Kairo.
"Kunjungan wisata misalnya. Meskipun tiap tahunnya mengalami peningkatan, tapi belum sepenuhnya menggambarkan potensi yang ada," ujar Dubes, seperti disampaikan Sekretaris III Pensosbud KBRI Kairo Ali Andika Wardhana kepada detikfinance, Sabtu (23/4/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam sejarahnya, lembaga persahabatan kedua negara memiliki peran penting dalam menumbuhkan semangat kecintaan antara masyarakat kedua bangsa.
"Lembaga ini juga menjadi sarana komunikasi para tokoh Mesir dalam mengupayakan peningkatan hubungan dan kerja sama kedua negara dalam berbagai bidang," terang Dubes.
Di sektor perdagangan, lanjut Dubes, saat ini kedua negara telah menikmati volume perdagangan yang besar, yaitu US$ 1 miliar (2010), yang mana menjadikan Mesir sebagai salah satu pasar non-tradisional terbesar Indonesia.
Sementara di bidang investasi, Indonesia memiliki tiga perusahaan yang beroperasi di Mesir dengan nilai investasi tidak kurang dari US$ 250 juta.
Dubes kelahiran Banjarmasin, yang dinilai LPMI berhasil meningkatkan hubungan Mesir-Indonesia, itu menekankan perlunya kedua negara untuk terus mengembangkan kemitraan dengan modal kedekatan dan kerjasama yang telah dimiliki saat ini.
"Tidak ada keraguan kecintaan bangsa Indonesia kepada Mesir dan begitu pula sebaliknya," demikian Dubes.
(es/es)










































