Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu menyatakan anggaran Rp 200 miliar dianggarkan diluar dari jumlah Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk pasar tradisional 2012.
"Anggaran 2012, Rp 200-an miliar di luar DAK. DAK, kurang lebih 500 (miliar), sekitar sama dengan tahun ini," ujarnya saat ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (25/4/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Program revitalisasi dilakukan karena sekitar 95% dari 4.000 pasar tradisional, yang sudah terdata kondisi fisiknya sudah tidak layak.
"Sepuluh dari 120 pasar tersebut akan menjadi pasar percontohan. Apa itu pasar percontohan? Kita ingin kembangkan pasar untuk rakyat secara holistik, secara komprehensif, berarti bukan hanya fisik pasarnya yang kita lakukan revitalisasi, tapi pengelolaan pasar dan pedagang pasarnya, bagaimana dilakukan pendampingan selama 3 tahun setelah pasar dibangun sehingga pasar bisa berjalan dengan baik," jelasnya.
Selain itu, Mari menyatakan perlunya koordinasi antar kementerian untuk menciptakan pasar yang baik per kementerian.
"Yang dibahas bagaimana koordinasi antar kementerian jadi supaya misalnya pertanian punya program pasar agro, KKP punya pasar ikan, kesehatan punya pasar sehat, ini bagaimana kita kombinasikan dan sinergikan supaya pasar kita berjalan secara terkoordinasi," tandasnya.
Dari dana Rp 505 miliar tahun 2011, sebanyak Rp 88 miliar digunakan untuk membiayai revitalisasi 10 pasar percontohan. Sebanyak 10 pasar percontohan tersebar di beberapa provinsi, di antaranya Pasar Agung Denpasar, Pasar Skow Papua Barat, dan Pasar Pangurutan, Sumatera Utara.
(nia/hen)










































