BPS: Harga Cabai dan Bawang Turun, April Berpotensi Deflasi Lagi

BPS: Harga Cabai dan Bawang Turun, April Berpotensi Deflasi Lagi

- detikFinance
Rabu, 27 Apr 2011 08:49 WIB
BPS: Harga Cabai dan Bawang Turun, April Berpotensi Deflasi Lagi
Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan pada bulan April akan kembali terjadi deflasi. Hal itu dikuatkan oleh tren penurunan harga pangan, terutama harga pangan yang bergejolak (volatile) seperti cabai merah dan bawang merah.

"Potensi deflasi ada, produk pangan volatile seperti cabai merah, bawang merah masih mengalami penurunan harga yang cukup tajam. Beras juga sebagai kontributor meskipun penurunan harganya tidak setajam kemarin tapi tetap menunjukkan harga yang menurun. Hal ini memberikan sumbangan pada deflasi," ujar Kepala BPS Rusman Heriawan kepada detikFinance, Rabu (27/4/2011).

Selain itu, lanjut Rusman, adanya potensi pada April ini juga disebabkan tidak jadinya pemerintah memberlakukan suatu kebijakan yang akan berdampak pada kenaikan harga barang dan jasa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pemerintahan tidak melakukan suatu kebijakan yang berpotensi menaikkan harga, seperti pembatasan BBM, menaikkan harga premium, TDL (Tarif Dasar Listrik). Memang tidak baik pada APBN tapi tidak memicu kenaikan harga barang dan jasa. Dengan penejelasan tersebut maka potensi deflasi masih bisa. Kalau pun tidak terjadi deflasi, inflasinya tidak terlalu besar, nol koma nol nol sekian," ujarnya.

Yang memberikan tekanan inflasi pada bulan ini, tambah Rusman, adalah harga emas dan perhiasan yang menunjukkan tren harga yang masih tinggi.

"Dalam rekaman kita, bahan pokok hampir gak ada, pemerintah juga tidak bikin suatu kebijakan yang membuat kenaikan harga, kalaupun naik itu fluktuatif biasa saja. Hanya saja emas perhiasan karena harga cukup tggi, harga dunianya di atas harga biologis, di atas 1500 dolar, mahal, jadi jangan beli emas dulu," pungkasnya.

BPS sebelumnya mencatat pada Maret 2011 terjadi deflasi 0,32% disebabkan karena penurunan harga bahan pokok seperti cabai dan beras. Inflasi kumulatif Januari-Maret 2011 adalah 0,7%, sementara inflasi yoy di Maret mencapai 6,65%.

(nia/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads