Kedatangan PM China Wen Jiabao ke Indonesia yang dijadwalkan 28-30 April 2011 menebar harapan terkait investasi China. Salah satunya di sektor industri tekstil dan produk tekstil (TPT).
Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ade Sudrajat mengatakan, pebisnis tekstil Indonesia akan kerjasama dengan Kamar Dagang China. Perjanjian kerjasama itu akan ditandatangani di depan Presiden SBY dan PM China Wen Jiabao.
"Suatu kerjasama yang memberikan akses pasar kita ke China lebih besar. Kita diberi akses pasar cara berdagang, finansial, pembiayaan untuk pasarnya seperti apa," katanya di sela acara Pameran Tekstil Indonesia (INATEX) 2011 di JIExpo, Rabu (27/4/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita harapkan perjanjian API dengan kamar dagang China akan mendongkrak investasi China khususnya di sektor pakaian jadi di Indonesia," katanya.
Sementara itu mengenai investasi industri lokal terhadap permesinann relatif terus naik. Setidaknya sejak tahun 2007 lalu saat program subsudi mesin bergulir, investasi mesin terus naik.
"Sejak revitalisasi itu ada Rp 6 triliun lebih karena yang dicatat di kementerian perindustrian yang didapat anggaran dia. Sedangkan anggaran dia ada batasnya. Batasannya investasi lebih dari US$ 50 juta," katanya.
Ade juga merasa sudah merasa lega dengan dengan adanya penghapusan tarif bea masuk bahan baku tekstil beberapa waktu lalu. Hal ini dipastikan akan meningkatkan daya saing produk tekstil Indonesia di pasar lokal maupun ekspor.
"Sudah kembali ke track normal. Kita kembali bersaing secara internasional. Karena tidak ada lagi pungutan di depan. Kita sudah bersaing di pasar internasional dengan benar. Mudah-mudahan produk kita performa ekspornya kembali seperti semula," katanya. (hen/ang)










































