Untuk itu pada kesempatan kunjungan Perdana Menteri China Wen Jiabao masalah keseimbangan perdagangan kedua negara akan didalami. Termasuk diantaranya melibatkan kementerian lain di luar kementerian perdagangan.
"Kalau terjadi tidak balance protokol-nya harus jelas. Pertemuan di Jogja itu nampaknya tidak begitu efektif berjalan di level menteri perdagangan. Oleh karena itu kita tidak ingin defisit trennya melebar kita ingin trennya itu mengecil," kata Hatta di sela-sela acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrembangnas) di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (28/4/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nah itu lah pentingnya ada satu pertemuan rutin antara kementerian di pihak China dan kita. Sehingga menteri-menterinya itu tidak hanya Mendag saja, tapi ada Mentan, Menperin dan hal-hal yang berkaitan dengan industri kita yang mengalami atau berpotensi injury," katanya.
Sementara itu Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu mengatakan hubungan perdagangan Indonesia dengan China harus mengedepankan saling menguntungkan atau win-win. Ia mengatakan kunjungan PM China ke Indonesia bukan hanya menjalin kerjasama dibidang perdagangan namun juga di sektor lain seperti pendidikan, budaya dan ekonomi dan investasi.
"Saya menjaga supaya tujuan utama kita perdagangan bilateral yang tumbuh berkelanjutan dan berimbang bisa tercapai. Dengan berbagai langkah yang sudah kita sepakati dari tahun lalu," katanya.
Seperti diketahui pertemuan Komisi Bersama atau Joint Commission Meeting (JMC) ke-10 di Yogyakarta 3 April 2010 lalu, antara Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu dengan Menteri Perdagangan China Chen Deming membuahkan 7 kesepakatan terkait implementasi ACFTA.
Diantaranya, komitmen penguatan perdagangan kedua negara,Β sepakat melaksanakan implementasi ACFTA, mengupayakan keseimbangan neraca perdagangan, pembentukan kelompok kerja selama dua bulan kedua belah pihak, dukungan pendanaan kredit dan pinjaman lunak bagi sektor-sektor yang menjadi perhatian kedua pihak, mendukung pengembangan infrastruktur dan mendorong dialog bisnis sektor-sektor prioritas kedua negara.
(hen/dnl)











































