Setelah Beroperasi, Jakarta Monorail Ingin Jadi Perusahaan Tercatat

Setelah Beroperasi, Jakarta Monorail Ingin Jadi Perusahaan Tercatat

- detikFinance
Senin, 14 Jun 2004 12:29 WIB
Jakarta - PT Jakarta Monorail berencana menjadi perusahaan tercatat (listed company) setelah pembangunan monorailnya dioperasikan. Perseroan juga akan melakukan refinancing terhadap utang yang dipakai untuk pembangunan proyek Jakara Monorail yang baru saja diresmikan Presiden Megawati Sukarnoputri. Pembangunan proyek yang menghabiskan biaya US$ 600 juta itu merupakan gabungan dari beberapa konsorsium, US$ 150-160 juta dari konsorsium ITC dan Omnico, sisanya US$ 440 juta berasal dari pinjaman Banca Investor, sebuah bank Italia yang berbasis di Hongkong. Menurut Direktur Utama Jakarta Monorail Ruslan Diwiryo di Jakarta, Senin (16/6/2004), dana US$ 600 juta terdiri atas US$ 250 juta untuk konstruksi dan sisanya pengadaan train. Sedangkan dana sebesar US$ 150-160 juta, pembagiannya 55 persen dari ITC dan 45 persen dari konsorsium Omnico, yang terdiri dari Temasek Singapore Electonic. Sedangkan sisanya yang dibiayai dari pinjaman dengan lead arranger Banca Investor diharapkan mempunyai jangka waktu 10-11 tahun. Namun hingga saat ini masih dinegosiasikan berapa besaran bunganya."Pembangunan monorail ini diperkirakan akan memakan waktu 2 tahun. Sedangkan BEP akan dicapai setelah 10 tahun. Tahap selanjutnya kita akan lakukan refinancing. Bisa jadi setelah 2 atau 3 tahun setelah operasi dengan cara menerbitkan obligasi, tapi belum ditentukan berapa besarnya," ujar Ruslan. Dia juga mengatakan penerbitan obligasi bukan hanya bertujuan untuk melakukan refinancing, tapi juga agar Jakarta Monorail menjadi listed company. "Dengan refinancing kita ingin Jakarta Monorail nantinya akan menjadi listed company," ujarnya. (nit/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads