"Baru China akan takut, kalau bilateral dengan Taiwan kita buka," kata Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perdagangan, Distribusi dan Logistik Natsir Mansyur kepada detikFinance, Jumat (29/4/2011).
Natsir menuturkan selama ini Indonesia berhubungan dengan negeri Tirai Bambu itu lebih menganut hubungan politik satu China. Namun jika ada langkah gebrakan dengan dibuka lebar keran perdagangan dan invetasi bilateral Indonesia-Taiwan akan menguntungkan posisi tawar Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"China nggak mungkin investasi banyak di sini," katanya.
Menurutnya jika Indonesia juga mengintensifkan perdagangan dan investasi dengan Taiwan maka hal ini akan menjadi posisi tawar Indonesia di mata China. Selain itu, kerjasama dengan Taiwan akan memperluas akses pasar lebih luas produk Indonesia ke pasar ekspor.
"Kalau sekarang berdagang dengan Taiwan masih ngumpet-ngumpet. Sudah saatnya membuka perjanjian kerjasama perdagangan dengan Taiwan. Nggak masalah diaduin, Taiwan ini sudah negara maju," katanya.
Dikatakan Natsir investasi dan perdagangan Indonesia dengan Taiwan sudah begitu erat, hanya perlu sentuhan ketegasan kerjasama kedua pihak. Misalnya ia mencontohkan produk Indonesia sudah banyak masuk pasar Taiwan, begitu pula produk Taiwan seperti komputer, sepeda, elektronika dan lain-lain.
"Kerjasama dengan Taiwan juga penting, biarlah urusan politik, ini penting untuk akses pasar, teknologi, dan lainnya," jelas Natsir.
(hen/dnl)











































