RI Harus Gertak China Lewat Kerjasama dengan Taiwan

RI Harus Gertak China Lewat Kerjasama dengan Taiwan

- detikFinance
Jumat, 29 Apr 2011 11:40 WIB
RI Harus Gertak China Lewat Kerjasama dengan Taiwan
Jakarta - Indonesia perlu melakukan gertakan kepada China dengan membangun kerjasama insentif bidang perdagangan dan investasi dengan Taiwan. Beberapa kalangan menilai kedatangan PM China Wen Jiabao ke Indonesia dengan 19 paket kerjasama bakal sulit terealisasi karena posisi China lebih dominan.

"Baru China akan takut, kalau bilateral dengan Taiwan kita buka," kata Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perdagangan, Distribusi dan Logistik Natsir Mansyur kepada detikFinance, Jumat (29/4/2011).

Natsir menuturkan selama ini Indonesia berhubungan dengan negeri Tirai Bambu itu lebih menganut hubungan politik satu China. Namun jika ada langkah gebrakan dengan dibuka lebar keran perdagangan dan invetasi bilateral Indonesia-Taiwan akan menguntungkan posisi tawar Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menilai China tidak mudah merealisasikan investasinya di Indonesia karena lebih melirik investasi di negara-negara dunia ketiga seperti Afrika. Menurutnya paket kerjasama yang disodorkan kedua negara terlalu banyak dan akhirnya tidak fokus yang ujung-ujungnya belum tentu terealisasi.

"China nggak mungkin investasi banyak di sini," katanya.

Menurutnya jika Indonesia juga mengintensifkan perdagangan dan investasi dengan Taiwan maka hal ini akan menjadi posisi tawar Indonesia di mata China. Selain itu, kerjasama dengan Taiwan akan memperluas akses pasar lebih luas produk Indonesia ke pasar ekspor.

"Kalau sekarang berdagang dengan Taiwan masih ngumpet-ngumpet. Sudah saatnya membuka perjanjian kerjasama perdagangan dengan Taiwan. Nggak masalah diaduin, Taiwan ini sudah negara maju," katanya.

Dikatakan Natsir investasi dan perdagangan Indonesia dengan Taiwan sudah begitu erat, hanya perlu sentuhan ketegasan kerjasama kedua pihak. Misalnya ia mencontohkan produk Indonesia sudah banyak masuk pasar Taiwan, begitu pula produk Taiwan seperti komputer, sepeda, elektronika dan lain-lain.

"Kerjasama dengan Taiwan juga penting, biarlah urusan politik, ini penting untuk akses pasar, teknologi, dan lainnya," jelas Natsir.
(hen/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads