Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 29 Apr 2011 14:04 WIB

Makin Mesra, RI-China Teken 22 Perjanjian

- detikFinance
Jakarta - Indonesia dengan China akan menandatangani 22 perjanjian kerjasama diberbagai sektor. Hal ini terkait kedatangan Perdana Menteri China Wen Jiabao ke Indonesia.

Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, penandatangan tersebut akan dilakukan dua tahap. China berkomitmen menggelontorkan investasi hingga US$ 10 miliar.

"Sebagian dalam bisnis gathering besok, dan sebagian di dalam menteri di depan presiden pada hari ini," kata Hatta ketika ditemui di Hotel Shangrila, Jakarta, Jumat (29/4/2011).

Menurut Hatta, perjanjian yang akan ditandatangani tersebut akan menyangkut banyak sektor terdiri dari kerjasama pemerintah dengan pemerintah, bisnis dengan bisnis dan pemerintah dengan bisnis. Beberapa sektor yang akan ditandatangani yaitu industri manufaktur, investasi infrasturktur, terkait pembangunan daerah dan lain-lain.

China berkomitmen akan berinvestasi d Indonesia dengan jumlah sangat besar hingga puluhan triliun rupiah. "Sekitar US$ 10-an miliar," tuturnya.

Seperti diketahui isu hubungan kedua negara saat ini diwarnai adanya ketidakseimbangan perdagangan salah satunya karena perdagangan bebas ASEAN China Free Trade Agreement (ACFTA). Tahun 2010 lalu Indonesia mencatat defisit perdagangan dengan China hingga US$ 5,6 miliar. Sementara investasi China di Indonesia terbilang minim, untuk itu Indonesia meminta China berinvestasi di Indonesia.

"Saya kira mesti ada peluang investasi dari China di Indonesia, kita sedang mendorong infrastruktur dan industri ini harus kita manfaatkan," timpal Ketua Umum Kadin Suryo B. Sulisto.

Suryo menambahkan dalam kunjungan PM China, akan dilakukan temu bisnis antar pengusaha kedua negara. Namun ia mengaku tak akan dibahas khusus soal keluhan pengusaha Indonesia terkait ACFTA.

"Tidak mungkin dalam situasi sempit begnii kita bahas seperti itu, kan sudah dibahas oleh menteri kita oleh Pak Hidayat (Menperin) dan Bu Mari (Mendag). Saya kira masalah itu akan dibahas oleh pemerintah," kata Suryo.




(hen/dnl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed